Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasik Nambah 2, Total Jadi 33 Orang

6272
3

KOTA TASIK – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mengonfirmasi penambahan 3 pasien positif Covid-19, Selasa (12/05).

Dengan penambahan itu, total kasus pasien positif di Kota Tasik hingga saat ini berjumlah 33 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, 2 pasien positif Covid-19 baru itu berjenis kelamin perempuan, hasil tes swab.

“Dua pasien itu masih terkait dengan kasus sebelumnya. Sekarang kita rawat di RSUD dr Soekardjo,” kata dia saat dihubungi wartawan.

Kendati demikian, ia menyebut, belum ada pasien positif akibat transmisi lokal di Kota Tasik. Namun, pasien-pasien itu merupakan orang yang kontak erat langsung dari pasien yang sudah terklarifikasi dari klaster yang ada.

Belum ditemukan penyebaran dari orang ketiga atau orang keempat. “Belum ada pasien generasi ketiga yang terindikasi transmisi lokal,” katanya.

“Artinya, belum ada kontak dari kontak ketiga atau keempat yang merupakan barometer transmisi lokal,” sambung dia.

Uus mengatakan, pihaknya akan terus melakukan tracing dari kasus-kasus sebelumnya.

Tak hanya itu, Gugus Tugas juga berencana mencari sampel di beberapa tempat kerumunan.

Dari total 33 kasus positif di Kota Tasikmalaya, 23 orang diketahui melalui tes swab dan 10 orang melalui uji cepat atau rapid test.

Sebanyak 11 pasien telah dinyatakan sembuh, 19 pasien masih menjalani perawatan, dan tiga orang meninggal dunia.

Uus menerangkan, rata-rata pasien sudah dalam kondisi baik, apalagi yang sudah menjalani perawatan lebih dari dua pekan.

Namun, untuk memastikan tak ada lagi virus corona dalam pasien, harus dikonfirmasi dengan tes swab lagi.

“Kita nunggu hasil PCR dari Bandung, butuh waktu. Tidak seperti harapan kita untuk bisa sangat cepat hasilnya,” jelasnya.

(rezza/age)

Loading...
loading...

3 KOMENTAR

  1. Cocok ang.. mana anu ngajaga main hp wae, sugan teh bakal di parios hehe.. miwarang ka warga di masker malah anu ngajaga teu di masker 😅

  2. Saya kasih 4 jempol buat pemerintah dalam pencegahan penanganan covid 19 salah satu nya dengan melakukan psbb,tpi pemerintah lemah dalam memikirkan bagaimana dari efek tersebut banyak sekali umkm yg mati terhadap kebijakan tersebut..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.