Pasien RSUD Kota Tasik Diduga Positif Meninggal, Keluarga Tolak Pemakaman Sesuai Prokes

376
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

TASIK – Salah seorang pasien RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya meninggal dunia saat mendapat tindakan di Instalasi Gawat Darurat.

Meskipun statusnya probable (dugaan Covid-19, Red), pihak keluarga menolak pemakaman dengan menggunakan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Kabid Pelayanan RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, H Dudang Erawan Suseno mengatakan pasien tersebut datang ke IGD pada Minggu malam (22/11).

Pihaknya pun melakukan penindakan kepadanya. “Tapi gejalanya mengarah ke indikasi Covid-19,” ungkapnya kepada Radar, Senin (23/11).

Kemudian pihaknya melakukan pemeriksaan rontgen dan juga antigen yang hasilnya reaktif. Namun pagi tadi (kemarin, Red) pasien meninggal dunia di ruang IGD. “Hasil antigen reaktif, didukung hasil rontgent-nya,” terang dia.

Loading...

Meski demikian, pihak RSUD tidak melakukan pemeriksaan swab test lebih lanjut karena keluarga pasien menolak. Bahkan keluarga ngotot ingin jenazah dibawa oleh keluarga, bukan ditangani Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya.

“Kami akhirnya berkoordinasi dengan Satgas untuk solusinya,” tuturnya.

Pada akhirnya, kata Dudang, pemulasaraan hingga pemakaman tetap diambil alih oleh pihak keluarga. Dengan pengawasan aparat dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mengingat status pasien probable. “Belum dinyatakan positif, karena kita juga tidak bisa memaksakan pemeriksaan lebih lanjut ke swab,” paparnya.

Sehari sebelumnya (Minggu 22/11), dua orang pasien Covid-19 di Kota Tasikmalaya meninggal dalam penanganan di ruang isolasi. Salah satunya yakni tenaga kesehatan yang berdinas di Kabupaten Tasikmalaya.

Dari informasi yang dihimpun Radar, Minggu (22/11) dini hari hingga siang Satgas menangani dua jenazah pasien Covid-19. Keduanya merupakan pasien simtomatik atau dengan gejala.

Baca juga : Harian Pagi Radar Tasikmalaya, Media Cetak Terbaik se-Jabar 2020

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat. Dia mengatakan bahwa dunia medis tengah berduka atas gugurnya salah satu tenaga kesehatan. “Iya, yang bersangkutan dinas di luar tapi dirawat di rumah sakit kita (Kota Tasikmalaya),” ungkapnya kepada Radar.

Untuk pasien meninggal lainnya, yakni warga asal Kecamatan Cipedes. Penguburan dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Aisha Rasyida Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.

Beberapa hari ini intensitas meninggalnya pasien cukup sering dimana hari Sabtu (21/11) pun ada satu pasien yang meninggal dunia. Namun demikian, dr Uus mengatakan pasien yang sehat jauh lebih banyak.

“Kita harus tetap optimis, kalau bicara persentase angka kematian pasien covid-19 di kita masih di angka 3 persen,” terangnya.

Untuk klaster pesantren yang baru, lanjut dr Uus, sejauh ini tidak ada penambahan. Namun demikian pihaknya tetap melakukan tracing untuk memastikan klaster tersebut tidak berkembang. “Mudah-mudahan tetap di 48, jangan nambah lagi,” katanya.

Berdasarkan penelusuran tim surveilans, disinyalir klaster baru itu berawal dari adanya santri yang pulang. Karena beberapa saat sebelumnya ada beberapa santri yang izin pulang.

“Tapi pas datang ke pesantren diperiksa swab, hanya saja mungkin sudah melakukan kontak dengan santri lainnya,” katanya.

Satgas Covid-19 di Kota Tasikmalaya pun meminta pihak pesantren untuk lebih ketat melaksanakan protokol kesehatan. Lebih bagus jika sarana dan pra sarananya di siapkan. “Seperti di klaster pesantren sekarang yang kita lihat siap jadi pesantren tangguh Covid-19,” tuturnya.

Di sisi lain, Satgas Penanganan Covid-19 juga giat melakukan patroli dan juga penyemprotan di lokasi-lokasi tertentu. Seperti halnya kemarin di mana areal pasar pancasila disemprot oleh petugas BPBD.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya H Ucu Anwar mengatakan pihaknya mendapat permintaan dari warga pasar. Hal itu berkaitan dengan kekhawatiran adanya penularan di lingkungan pasar.

“Untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan kita kirim anggota ke sana dan lakukan penyemprotan,” imbuhnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.