Pasien yang Dijemput Paksa di Kota Tasik Ternyata Negatif Corona

2773
0
radartasikmalaya.com

Adanya surat hasil pemeriksaan dari salah satu laboratorium kesehatan, yang menyatakan pasien yang dijemput paksa negatif Covid-19, menguatkan keterangan sebelumnya, dimana pasien tersebut pernah menjalani swab test dengan hasil negatif dan diberikan surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan pada 17 April 2020.

Aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tasikmalaya Cep Lutfi Abdul Aziz menyatakan adanya keterangan klinis itu, menandakan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam hal ini Dinas Kesehatan tidak siap dan tidak memiliki metode penanganan Covid-19 yang terukur.

Baca juga : Dewan Minta Tracing Warga yang Pernah ke Puskesmas Tamansari Kota Tasik

“Karena, saat ini yang kami rasakan di masyarakat Pemkot hanya melaksanakan rapat-rapat internal tanpa adanya action nyata yang langsung dirasakan masyarakat secara langsung,” tuturnya kepada Radar, Selasa (19/5).

Menurutnya, dengan fakta tersebut membuatnya semakin meragukan kinerja Gugus Tugas.

Terhadap data yang setiap harinya di-update melalui website resmi pemerintahan.

“Apakah mungkin ini rekayasa dalam memuluskan kegiatan-kegiatan kedaruratan. Dimana pelaksanaannya tanpa perlu prosedur penganggaran yang baku,” ujarnya. katanya.

Baca juga : Polisi Razia Warung Nyemen di Cilembang Kota Tasik

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait hasil swab test mandiri pasien yang dijemput paksa tersebut.

Secara institusi, pihaknya berpatokan pada swab test yang dilakukan pemerintah. “Dasar dari lab provinsi, apabila hasil belum ada kepastian maka harus diisolasi untuk keamanan semua,” ungkapnya..(igi/rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.