Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.7%

8.2%

2.3%

24.4%

2.4%

46.4%

0.1%

15.4%

0%

Pasokan Solar Subsidi Dinilai Masih Kurang

16
0

GARUT KOTA – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Garut menilai penambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi oleh Pertamina dinilai belum berdampak signifikan di wilayah Priangan Timur, khususnya Kabupaten Garut.

“Belum ada dampaknya (penambahan). Sekarang masih terjadi pembatasan pembelian solar di SPBU untuk kendaraan angkutan,” ujar Ketua DPC Organda Kabupaten Garut Yudi Nurcahyadi kepada wartawan Senin (17/12).

Menurut dia, saat ini di SPBU masih terjadi antrean kendaraan angkutan yang ingin mengisi BBM jenis solar subsidi. Meski Pertamina telah menambah pasokan solar subsidi, realisasi di lapangan belum berdampak signifikan. “Semalam di SPBU Cisurupan antrean masih terjadi. Jadi belum begitu terasa penambahannya,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan hasil rapat dengan Organda dan Himpunan Wirausaha Minyak dna Gas Bumi (Hiswana Migas) se-Priangan Timur, solusi untuk mengatasi masalah itu adalah dengan mencampur solar subsidi dengan jenis BBM lainnya, seperti dexlite dan pertamina dex. Namun, hal itu tentu saja memberatkan pengusaha angkutan.

Ia menambahkan pengusaha saat ini berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi keberatan dengan pencampuran BBM subsidi dengan nonsubsidi. Di sisi lain, mereka tak bisa dengan seenaknya menaikan tarif angkutan.

Ia mencontohkan harga BBM jenis solar subsidi berada di kisaran Rp 5.000 per liter. Sementara harga BBM jenis dexlite mencapai dua kali lipatnya. “Pengusaha angkutan bisa saja menaikkan tarif angkutan, tapi nanti pengguna jasa berkurang. Yang terdampak juga akhirnya masyarakat,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, pemerintah dapat mengantisipasi kejadian tersebut sebelum akhirnya menjadi masalah. Dengan begitu, tak perlu ada kondisi yang tidak diinginkan. Apalagi, saat ini menjelang Natal dan Tahun Baru, yang dibutuhkan banyak persiapan angkutan.

Ia menambahkan Organda se-Priangan Timur sudah bersepakat melakukan aksi ke jalan jika pasokan BBM jenis solar tak kembali normal hingga Desember. “Sekarang memang sudah ditambah pasokannya, tapi tetap saja belum normal,” paparnya.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III terus memastikan pasokan biosolar di wilayah Priangan Timur, yakni Tasikmalaya, Pangandaran, Ciamis, Garut dan Banjar. Stok biosolar di Fuel Terminal (Terminal BBM) Tasikmalaya yang memasok SPBU di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran berada dalam kondisi aman.

Demikian juga untuk pasokan SPBU di wilayah Garut yang berasal dari Fuel Terminal Bandung Group. Informasi yang radartasikmalaya.com himpun, Pertamina melakukan pemantauan penyaluran solar dari Fuel Terminal hingga ke SPBU selama 24 jam, seiring dengan diaktifkannya Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) sejak 15 November 2019.

“Sampai hari ini (Senin, Red) pasokan BBM terutama untuk produk biosolar aman. Sejak Sabtu lalu (16/11), kami sudah meningkatkan penyaluran lebih dari 20 persen dari penyaluran bulan Oktober,” ujar Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami kepada radartasikmalaya.com Senin (18/11). (yna/rez)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.