Pasokan Sulit, Pedagang Bawang Putih Ngeluh Ke DPR

137

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Belasan pedagang yang tergabung dalam perhimpunan pedagang bawang putih mendatangi Komisi IV DPR, Selasa (10/4). Mereka mengadu soal kelangkaan bawang putih sejak beberapa waktu belakangan ini.

Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi.

Kepada Viva Yoga, perwakilan pedagang bawang putih, Khairul menjelaskan bahwa saat ini para pedagang kesulitan mendapatkan stok bawang putih di pasaran. Kalaupun ada jumlahnya sedikit dan mahal.

“Ini sangat memberatkan para pedagang,” keluhnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Dia meminta DPR mendesak pemerintah untuk mengendalikan stok penjualan bawang putih. Sebab, saat ini stok bawang putih dikendalikan oleh para importir.

“Bawang yang beredar saat ini kebanyakan adalah bawang putih impor yang berasal dari China, sementara bawang putih lokal yang ada tidak layak dijual,” tegasnya.

Menanggapi keluhan itu, Viva Yoga menyebut bahwa pasar bawang putih memiliki sistem pasar oligopoli, sehingga memungkinkan ada celah bagi sekelompok orang untuk memainkan harga dan pasokan bawang putih di pasaran.

Ia bahkan tidak menampik jika ada permainan kartel yang melatari kenaikan harga tersebut.

“Potensi permainan kartel pasti ada. Pasar oligopoli pasar yang dikendalikan beberapa orang dalam rangka mengendalikan harga dan pasokan potensi kartelisasi itu ada,“ katanya.

Seharusnya, kata dia, pemerintah memastikan tidak ada praktik-praktik curang yang dilakukan para kartel. Sebab hanya dengan cara itu, para pedagang tidak terus-terusan merugi.

“Jadi tugas dari pemerintah itu jangan sampai ada kartel itu bertentangan dengan UU,” kata politisi PAN itu. [ian/rmol]

loading...