Pasutri Warga Cihaurbeuti Ciamis Positif Corona, Istri Meninggal, 27 Kerabat Isolasi Mandiri

5102
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi

CIAMIS –  Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) Covid-19 Kabupaten Ciamis, dr Bayu Yudiawan menuturkan perihal pasangan suami istri (Pasutri) yang terkonfirmasi Covid-19 warga Kecamatan Cihaurbeuti.

Pasutri tersebut warga Desa Sukamulya Kecamatan Cihaurbeuti. Dimana sang Isteri yang terkonfirmasi Positif Covid-19, dikabarkan meninggal dunia.

Sedangkan suaminya, yang juga terkonfirmasi positif Covid-19, masih menjalani perawatan di RS TMC Kota Tasik.

Menurutnya, suaminya adalah pensiunan guru berusia 80 tahun, dan menjalani perawatan sejak sepekan lalu di RS TMC Kota Tasik, karena punya penyakit bawaan hipertensi dan penyakit lainya.

“Saat dilakukan swab test terkonfirmasi Covid-19 dan sekarang masih jalani perawatan,” ujarnya.

Sedangkan, istrinya berusia 76 tahun, sedang sakit di rumahnya. Lalu, Senin (07/09) sore oleh tim gugus tugas Covid-19 dijemput untuk menjalani perawatan di RSUD Ciamis, termasuk dilakukan swab test.

Loading...

“Ternyata hasilnya terkonfirmasi Positif Covid-19. Hari Selasa kesehatanya menurun hingga pada sorenya meninggal dunia, dan dimakamkan di Sukamulya,” ujarnya.

Sebelumnya, kata dia, sempat ada beberapa warga yang menolak karena kurang pemahaman.

“tapi setelah diberikan pemahaman dan akhirnya lancar serta aman,” terang Bayu saat dihubungi Radar, Rabu (09/09)

Bayu menjelaskan, bahwa pasien yang meninggal terkonfirmasi Positif Covid-19 itu adanya penyakit bawaan, yakni hipertensi, jantung dan radang paru.

“Tim Gugus tugas melakukan tracing kepada semua keluarganya. Ada sekitar 27 orang dan sudah di-swab test. Hasilnya, kami masih menunggu. Tak menutup kemungkinan akan bertambah tracing-nya lagi.  Jadi semua keluarganya sekarang isolasi mandiri di rumahnya,” bebernya.

”Semalam, pihak Muspika Cihaurbeuti langsung rapat, serta melakukan sosialisasi dan pemahaman masalah Corona kepada masyarakat, serta bersama-sama untuk menekan penyebaran Covid-19,” tuturnya

Dihubungi terpisah,Dede Amar selaku ponakan dari korban terkonfirmasi positif Covid-19, mengaku kaget atas informasi yang menyatakan bahwa saudaranya itu terkonpirmasi positif Covid-19. Bahkan saudaranya yang perempuan meninggal dunia.

“Kini 27 saudaranya sudah jalani swab test serta menjalani isolasi mandiri, sambil nunggu hasil swab test. Semoga semua hasilnya negatif,” harap Dede yang juga Kasi Pelayanan Desa Sukamulya.

Dede mangatakan bahwa untuk suaminya yang pensiunan guru itu sekarang masih dirawat di RS Kota Tasik dan kondisinya berangsur membaik.

“Memang dia juga belum tahu istrinya meninggal dunia. Sengaja belum dikasih tahu takut ngedrop lagi. Saya berdo’a semoga sehat dan membaik , “ tuntasnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.