Banyak Incumbent, Indihiang dan Cipedes Rawan Pelanggaran

Patroli Money Politics 24 Jam

49
SIAGA MONEY POLITICS. Petugas pengawasan Bawaslu Kota Tasikmalaya mengikuti apel siaga di Bale Kota Tasikmalaya, Minggu (14/4). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

BUNGURSARI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tasikmalaya menerjunkan 2.063 petugas untuk melaksanakan pengawasan dan antisipasi pelanggaran di tengah masyarakat menjelang pencoblosan 17 April mendatang. Mereka mengikuti apel siaga pengawas pemilu di Aula Bale Kota, Minggu (14/4).

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin menjelaskan, petugas akan bekerja selama 24 jam supaya peserta pemilu tidak memiliki kesempatan, terutama dalam melakukan pelanggaran berkaitan politik uang, isu sara dan lain sebagainya. “Mereka selain awasi pelaksanaan, melakukan patroli money politics selama 24 jam. Termasuk melakukan pencegahan dan potensi kerawanan lainnya,” ucapnya di sela apel.

Dari hasil pemetaan, kata dia, titik rawan pelanggaran diprediksi di Kecamatan Cipedes dan Indihiang. Sebab, persaingan perebutan kursi pileg di daerah pemilihan (dapil) 2 tersebut sangat ketat. “Kenapa, karena potensi memang di sana (persaingan ketat, Red). Jumlah incumbent untuk pileg DPRD kota itu ada 10 orang, sementara saat ini sisa kursi yang tersedia untuk dapil 2 itu hanya sembilan kursi. Terlebih, peserta pileg di sana hampir mencapai 90 orang, jadi rawan,” kata dia.

Untuk itu, para petugas pengawasan dibekali wawasan dalam mengawasi pergerakan menjelang masa pencoblosan yang ditaksir rentan terjadi pelanggaran. “Selain pengawasan politik uang dan serangan fajar, pengawas pemilu juga tetap mengawasi lokasi TPS dan memantau pendistribusian logistik pencoblosan juga,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengungkapkan, apel siaga patroli dalam pengawasan politik uang dan isu sara tentunya harus dilaksanakan dengan baik. Hal itu agar peserta tidak bisa melakukan pelanggaran. “Kemudian, kami meminta supaya masyarakat hadir berbondong-bondong ke TPS, kota kita selama ini selalu meraih peringkat terbaik dari sisi partisipasi masyarakat,” kata Budi.

Dia menambahkan masyarakat dalam menyambut pesta demokrasi bisa tetap bersatu. Meski berbeda-beda pilihan politik, baik di pileg maupun pilpres, diharapkan tidak terjadi perpecahan. “Kami minta tetap bersatu, sebab pesta demokrasi ini untuk mencari para pemimpin yang terbaik untuk negara khususnya daerah,” kata dia. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.