Patung Petani Garam di Kecamatan Pangenan Terkesan Asal Jadi

11
Bentuk patung petani garam di Kecamatan Pangenan terkesan asal jadi. Sejumlah warga mengkritik hasil pembuatan patung yang tidak sesuai dengan harapan.

CIREBON – Bentuk patung petani di Kecamatan Pangenan terkesan asal jadi. Hal itupun menuai kritik.

Camat Pangenan Bambang Setiadi SE mengaku, akan menanyakan langsung ke pihak pemborong pembuatan taman edukasi di halaman kantor Kecamatan Pangenan, terkait bentuk patung ikon petani garam yang terkesan asal-asalan tersebut.

Dia beberapa kali menerima masukan dari masyarakat terkait bentuk patung yang tidak jelas, serta jauh dari bentuk fisik petani garam.

“Nanti akan saya tanyakan. Kebetulan juga banyak yang kasih masukan. Banyak yang kecewa juga. Itu patungnya kayak asal jadi, jauh dari harapan,” ujar Bambang, kemarin.

Secara teknis, Bambang menyebut tidak mengetahui rancangan design ataupun hal-hal teknis terkait pembangunan taman tersebut. Pasalnya, selama ini, pihak DLH sebagai pelaksana tidak pernah berkoordinasi dengan dirinya.

“Saya tahunya ini anggaran dari dana pagu indikatif kewilayahan. Nilainya 300 juta lebih. Saya tidak tahu apakah patung dan taman edukasi itu satu paket atau tidak, karena belum ada komunikasi dengan DLH,” imbuhnya.

Proses perencanaan dan pengajuan taman edukasi tersebut, menurut Bambang, dilakukan semasa ia belum menjadi Camat Pangenan. Sehingga ia belum memahami secara detail konsep taman edukasi tersebut.

“Saya juga tidak tahu apakah taman edukasi itu nantinya ada wahana edukasi atau hanya taman biasa. Saya nanti akan coba bicarakan dengan DLH dan pemborongnya. Kalau saya sih maunya dibuat hutan kota untuk membantu penambahan RTH,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Pangenan, Sunarto saat ditemui Radar Cirebon menuturkan, jika bentuk patung yang berada di halaman Kecamatan Pangenan dengan bentuk petani garam, terkesan asal jadi. Bentuk patung tidak jelas dan tidak ada nilai seninya.

“Kalau menurut saya harusnya pakai perupa profesional. Itukan untuk ikon daerah kok bentuk patungnya asal jadi. Harusnya lebih bagus. Mudah-mudahan diperbaiki dan lebih bagus,” ungkapnya. (dri)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.