Payung Gelis Khas Kota Tasik Lesu Terdampak Covid-19

175
0

KOTA TASIK – Setelah Pemerintah Kota Tasikmalaya menerapkan pembatasan orang masuk, terkait tanggap wabah COVID-19, beberapa sektor perdagangan mulai terdampak.

Salah satunya, dirasakan pengrajin payung geulis di Kelurahan Panyingkiran Kecamatan Indihiang, yang merupakan icon kerajinan Kota Tasikmalaya.

Wilayah Panyingkiran sebagai sentral pembuatan Payung Geulis sudah dikenal di dalam maupun di luar negeri.

Berita juga :  Perawat Positif Corona Sembuh dan Pulang Disambut Warga Mangkubumi Tasik Sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Dampak Covid-19, banyak konsumen yang membatalkan pesanannya, secara mendadak.

Bahan baku pembuatan payung geulis yang sudah siap dikerjakan menumpuk karena tak adanya pesanan.

Hingga saat ini, kelompok pengrajin payung geulis sudah berjumlah 5 kelompok, dimana satu kelompok terdiri dari 5-10 orang pekerja.

Payung geulis tidak hanya digunakan sebagai hiasan dan souvenir diberbagai tempat, namun kini banyak digunakan sebagai bahan media pembelajaran kesenian melukis di sekolah-sekolah.

“Selama mewabahnya Covid-19, sejak akhir Maret saya hanya menjual 2 payung saja. Banyak sekali konsumen yang membatalkan pesanan,” keluh Yayat Sudrajat, pemilik galeri sekaligus pengrajin Payung Geulis.

Pihak pemerintah daerah sudah melakukan pendataan pengrajin. Tujuannya akan memberikan bantuan.

“Namun ini masih tahap pendataan. Semoga saja bantuan segera diterima.” ujarnya.

(oleh: intan a respita)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.