PbM-SK Unsil Tasik Latih Masyarakat Bikin Hand Sanitizer Alami

117
0
PEDULI MASYARAKAT. Ketua PbM-SK LP2M-PMP Unsil Dr Asep Suryana Abdurrahmat SPd MKes (kedua dari kanan) dan tim pengabdian bersama Pimpinan Pondok Pesantren Dadali Dinillah KH Yarin Rahmat Insani (kiri) usai pelatihan pembuatan hand sanitizer alami, Jumat (25/9). Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya

TASIK – Dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya mengadakan pengabdian kepada masyarakat skema kesehatan (PbM-SK). Mereka melatih pembuatan hand sanitizer alami.

Beberapa bahan alami diantaranya daun sirih dan batang sereh.
PbM-SK Unsil ini dari program Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2M-PMP) dan didukung Pusat Komunikasi, informasi dan Edukasi (PKIE) Unsil.

Baca juga : Begini Kepedulian Biker Tasikmalaya Kepada Korban Bencana Alam Sukabumi

Adapun sasaran kegiatannya yaitu masyarakat di Pasir Ipis, Cipager, Cibogo dan santri Pondok Pesantren Dadali Dinillah di Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua PbM-SK LP2M-PMP Unsil Dr Asep Suryana Abdurrahmat SPd MKes menyampaikan, untuk memutus penyebaran Covid-19 harus disiplin menjaga protokol kesehatan. Baik di lingkungan masyarakat ataupun pesantren. Salah satu selalu menjaga kebersihan dan sering melakukan cuci tangan.

“Unsil berkomitmen perangi Covid-19 dengan menyosialisasikan membudaya perilaku hidup bersih dan sehat serta berlanjut dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini,” kata dia kepada Radar, Jumat (25/9).

Asep melakukan pengabdian kepada masyarakat bersama Dr Acep Zoni Saeful Mubarok SAg MAg, Ai Nur Solihat SPd MPd, dan Ridwan Gumilar SPd MPd.

Mereka mengajak masyarakat memahami pentingnya kebutuhan pembersih tangan untuk menjaga kesehatan masyarakat dan para santri. Oleh karena itu pihaknya melakukan inovasi dalam pembuatan hand sanitizer yang mudah, murah, tetap efektif dalam membunuh mikroba.

“Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan upaya pembuatan hand sanitizer secara mandiri dengan menggunakan bahan dasar alami. Seperti beberapa tanaman obat yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar yaitu daun sirih dan batang sereh,” ujarnya.

Pengolahan kedua tanaman ini, merupakan tanaman yang sudah lama diketahui memiliki kemampuan antiseptik. Apalagi tumbuhan ini berada di sekitar dan harganya murah dapat dijadikan bahan baku pembuatan hand sanitizer.

“Dengan menggunakan teknologi yang sederhana. Ini mengajak setiap orang mampu membuat hand sanitizer di rumah,” kata dia.

Menurutnya, untuk membuat hand sanitizer alami salah satu bahannya adalah daun sirih. Karena memiliki kandungan berbagai senyawa kimia. Diantaranya; phenylpropane, minyak atsiri, hidroksikavikol estragol, kavicol kavibetol, allypyrokatekol, caryophyllene, cineole, cadinene, diastase, tanin dan sekuiterpena.

“Zat kimia tersebut memiliki kemampuan untuk menghambat
pertumbuhan mikroba antara lain dengan cara mencegah pembentukan lemak,” ujarnya menjelaskan.

Selanjutnya, daun sirih itu dicampur dengan batang sereh. Karen batang sereh memiliki kandungan mineral (kafaktor), kalium, kalsium, tembaga, selenium, magnesium dan seng.

“Batang sereh juga kaya akan vitamin (koenzim) seperti niasin, riboflavin, thiamin dan piridoksin,” kata dia membeberkan.
Pembuatan hand sanitizer alami mampu menekan biaya untuk pengadaan pencegahan dalam menjaga hygiene personal serta sanitasi lingkungan sekitar dengan baik dan benar.

“Upayanya ini meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan minat menggunakan hand sanitizer produk rumah-an sehingga ini dianggap jauh lebih praktis dibandingkan dengan mencuci tangan,” ujarnya.

Dalam praktiknya, tim pengabdian membuat bahan baku 20 liter hand sanitizer. “Untuk berjalannya praktik tersebut kita memberikan bahan satu kilo daun sirih dan batang serehnya 3/4 kilogram. Untuk peralatannya ada 5 blander, ember, gayung, corong, dan saringan,” katanya.

Perwakilan warga, Pimpinan Pondok Pesantren Dadali Dinillah KH Yarin Rahmat Insani menyebutkan ada 25 orang yang mengikuti pelatihan pembuatan hand sanitizer alami tersebut.

Sebelum praktik, masyarakat dan santri ikut menyimak materi, diskusi dan tanya jawab serta mengikuti praktik pembuatan antiseptik alami dari batang sereh dan daun sirih, sehingga mereka mendapatkan pengetahuan pemanfaatan tanaman dijadikan hand sanitizer yang bisa mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga : WADUH.. Positif Corona di Kota Tasik Ternyata Nambah 23 Kasus, Ini Rinciannya

“Kita jadi mengetahui secara langsung cara melakukan pencegahan penyebaran penyakit Covid-19. Salah satunya melalui pemanfaatan daun sirih dan batang sereh sebagai bahan dasar antiseptik atau hand sanitizer,” ujarnya.

Kemudian, masyarakat menjadi tercerahkan cara menerapkan kebiasaan baru ini dengan disiplin menjaga perilaku selalu hidup bersih dan sehat.

“Jadi sadar hidup sehat dan bersih mulai dari diri kita. Kalau bukan sendiri mau siapa lagi?” ujarnya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.