PBNU: Ambil Hikmah dan Masalah Jangan Diperluas Lagi

12

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Aksi pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) saat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) di Limbangan, Garut, Jawa Barat, pada Senin (22/10) lalu membuat marah berbagai kalangan.

Menyikapi hal tersebut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap insiden tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

“Mari kita ambil hikmahnya. Jadikan pembelajaran yang mahal bagi kita semua,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).

Bagi lulusan Universitas Ummul Quro Mekkah, Arab Saudi itu, persoalan yang telah terjadi tidak perlu diperluas lagi. Hal tersebut  demi menjaga kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mari kita utamakan, kita dahulukan keselamatan Republik Indonesia,” ucapnya.

Said Aqil berharap semua pihak bersatu, dalam hal kebaikan dan menjauhi perilaku yang mengarah pada permusuhan dan kehancuran.

“Mari kita bergandengan tangan untuk hal positif. Jangan bergandengan tangan, berkelompok, bersatu, tapi untuk kehancuran dan permusuhan,” terangnya.

Menurut Said Aqil, NU sendiri selalu berkomitmen menjaga empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sebaliknya, NU menolak kelompok radikal dan teroris.

“NU akan selalu komitmen dengan empat pilar. Nasionalisme, Pancasila tidak akan bergeser sedikitpun. Dan kami menolak kekerasan, radikalisme, apalagi terorisme atau kelompok yang tujuannya adalah teror dan radikal,” paparnya.

Lebih lanjut Said Aqil menegaskan, bahwa organisasi Banser tidak akan dibubarkan sampai kapan pun, meski banyak pihak meminta organisasi tersebut dibubarkan. “Tidak akan bubar sampai kiamat,” tegasnya.

Said Aqil memaparkan, desakan untuk membubarkan Banser hal yang biasa di alam demokrasi. Ia pun menyebut, pembakaran yang dilakukan organsiasi sayap NU itu jangan terus dijadikan momentum memperkeruh suasana.

Desakan pembubaran Banser disampaikan melalui petisi lewat salah seorang warga melalui situs change.org.

Warganet yang memulai petisi ini menyayangkan kelakuan oknum Banser di tengah fokus penanganan gempa Lombok, NTB dan Sulawesi Tengah.

Petisi ini ditujukan kepada Presiden Jokowi, Menkumham Yasonna Laoly, dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaefudin. Hingga pukul 10.44 WIB, petisi itu sudah ditandatangani lebih dari 4 ribu warganet.

“Seharusnya organisasi besar kepemudaan ormas NU ini berfungsi sebagai penegak amar ma’ruf nahi munkar, pelindung sesama muslim, menyebarkan kebaikan walau berbeda mazhab, menjaga ketauhidan,” demikian dikutip dari laman petisi di change.org, Selasa, 23 Oktober 2018.

(AF/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.