PCNU Kabupaten Tasik Minta Rapid Tes Masal untuk Pemudik dari Zona Merah & OTG

425
0
SAMPAIKAN. Ketua PCNU KH Atam Rustam (tengah) menyampaikan soal keinginan rapid test massal, Jumat (24/4). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya meminta pemerintah daerah melaksanakan rapid test secara berkala kepada warga yang baru datang dari zona merah penyebaran Covid-19, khususnya yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Langkah tersebut sebagai upaya menekan penyebaran virus corona di Kabupaten Tasikmalaya. Di mana penyebaran wabah ini dimungkinkan bisa lewat warga berstatus OTG, karena mereka baru pulang dari zona merah.

Baca juga : Hari Ini 2.850 Warga Kota Tasik Dibagi Sembako, Ini Hitungannya..

Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam MPd mengatakan, rapid test harus segera dilakukan kepada warga berstatus OTG. Sehingga pemetaannya bisa benar-benar dan terdeteksi sejak dini untuk dilakukan antisipasi lebih awal.

Menurut dia, penyebaran virus corona, rentan menular dari orang dengan status OTG, yang memang secara kasat mata atau dirasakan mereka tidak sama sekali memiliki gejala Covid-19. Namun, bisa menular kepada keluarga, kerabat maupun orang terdekatnya.

“Untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona, apa salahnya pemerintah daerah melaksanakan rapid test berkala atau secara besar-besaran, khususnya bagi warga berstatus OTG,” ujarnya di Kantor PCNU, Jumat (24/4).

Apalagi saat ini, kata dia, kasus Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya sudah ada yang positif. Langkah rapid test ini harus dilakukan, saat ini banyak warga kabupaten yang mudik ke kampung halamannya, sehingga harus diantisipasi sejak dini. “Dimohon kepada masyarakat yang mudik ke daerah, untuk isolasi mandiri demi kemaslahatan dan keselamatan keluarga. Mudah-mudahan di Bulan Ramadan ini Allah Swt mencabut virus ini,” harapnya.

Atam menambahkan, masyarakat juga diminta untuk tidak menganggap enteng wabah Covid-19, tetap protokol kesehatan dilaksanakan. Juga jangan terlalu berlebihan ketakutan dengan jaga kesehatan dan laksanakan anjuran pemerintah.

Direktur Utama (Dirut) RSUD SMC dr Iman Firmansyah mengungkapkan, alat rapid test yang dimiliki saat ini sebanyak 47 item. “Kami mengusulkan ke Dinas Kesehatan, ketika harus dilaksanakan rapid test kepada pasien PDP yang dirawat di SMC,” ungkap dia.

Dia mengakui, bahwa alat-alat rapid test ini, ketika jumlah PDP meningkat, ketersediaannya pun harus lebih banyak. Artinya, tetap mempersiapkan ketika kondisi yang tidak diinginkan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pen Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi mengatakan saat ini DKPP memiliki alat rapid test sebanyak 1.580 item. “Kita mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi sebanyak 780 alat rapid test dan pengadaan sebanyak 800,” terang dia.

Baca juga : Munggahan, Warga Membludak ke Pasar Cikurubuk Kota Tasik

Menurut Atang, ke depan DKPP juga sudah merencanakan pelaksanaan rapid test secara massal. Namun, waktunya belum bisa dipastikan. “Artinya kita terima usulan dari PCNU, mudah-mudahan pemeriksaan rapid test bagi masyarakat kabupaten, khususnya yang sudah PDP dan OTG bisa dilaksanakan,” tambah dia.

DKKP juga, tambah dia, akan mengusulkan kembali lebih banyak alat rapid test kepada provinsi, selain menambah pengadaan dari anggaran pemerintah daerah. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.