PDAM Tirta Anom Dapat Suntikan Rp 2 Miliar

108
0
Loading...

BANJAR – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anom Kota Banjar tak lama lagi akan mendapat suntikan modal sekitar Rp 2 miliar. Modal itu rencananya akan digunakan untuk penambahan jumlah pelanggan (sambungan rumah) di wilayah Kota Banjar.

“Proses penyertaan modal untuk PDAM bentuknya masih raperda. Pansus sudah dibentuk di DPRD. Kami berharap PDAM bisa bangkit dan menjadi perusahaan daerah yang bisa menyumbang PAD bagi Kota Banjar,” kata Wakil Ketua I DPRD Kota Banjar Tri Pamuji Rudianto Minggu (8/12).

Ia menjelaskan untuk merealisasikan suntikan modal terhadap PDAM, Pemkot Banjar harus menyiapkan dana talang Rp 2 miliar di APBD murni 2020.

“Programnya untuk menarik dana dari kementerian. Tapi pemkot harus menyiapkan dana talang program subsidi masyarakat untuk SR baru (pelanggan) PDAM, dengan catatan SR baru (pelanggan) maksimal mempunyai KM listrik 1.300 KVA,” ujarnya.

Setelah itu, awal tahun sampai pertengahan tahun, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan melakukan audit. Sudah diaudit kemudian direkomendasikan untuk klaim ke Kementerian Keuangan.

“Jadi Rp 2 miliar yang disiapkan dari APBD murni 2020 akan diganti dari anggaran Kementerian Keuangan,” ujar Tri Pamuji.

Pihaknya juga tengah mendorong eksekutif dan PDAM agar serius, terutama direktur PDAM harus memiliki planning usaha, sehingga penyertaan modal itu membawa PDAM bangkit dan menghasilkan keuntungan.

Loading...

“Kita menginginkan setiap program tahunan dari direktur itu harus jelas. Harus dilakukan evaluasi minimal pertengahan periode masa jabatannya. Kan empat tahun, nah dua tahun kepemimpinannya harus dievaluasi. Sekarang kan baru satu tahun,” ujarnya.

Ia juga mencatat ada beberapa pekerjaan rumah PDAM saat ini yang harus segera diselesaikan. Pertama, tata kelola menejerial. Kedua sumber air baku harus bisa ditambah, khususnya di wilayah jaringan perkotaan. Ketiga, kualitas sumber air baku harus baik.

“Kita mencatat setiap tahun sumber air baku PDAM tidak bertambah, khususnya di wilayah kota,” kata dia.

Ketua Pansus Raperda Penyerahan Aset ke PDAM Supriadi mengatakan suntikan modal Rp 2 miliar itu merupakan salah satu poin untuk mendorong kondisi PDAM sehat. Kata dia, raperda itu secara global tujuannya untuk penyerahan aset yang sudah dibangun sejak lama dari pemerintah pusat atau provinsi ke PDAM melalui Pemerintah Kota Banjar.

“Secara umum ini bukan penyertaan modal, melainkan untuk perbaikan administrasi. Dimana pada raperda itu, akan mengatur penyerahan aset ke PDAM. Nilai aset yang tertera sekitar Rp 36 miliar. Itu sejauh ini bangunannya sudah ada dan sudah dibangun beberapa tahun silam, tapi belum ada penyerahan asset,” ujarnya.

Tujuan Raperda sendiri, tambah dia, lebih kepada perubahan nilai aset yang akan diserahkan. Contoh, bangunan sumber air baku Balokang Patrol itu dibangun tahun 2015, namun ada penyerahan aset.

“Nilai saat dibangun itu contohnya Rp 20 miliar, itu saat dibangun tahun 2015. Nah kalau sekarang diserahkan, kan nilai asetnya pasti berkurang karena terjadi penyusutan nilai. Raperda ini untuk pembenahan itu, karena tidak hanya Balokang Patrol, ada beberapa titik lagi pembangunan yang kondisinya serupa,” kata Supriadi.

Direktur PDAM Tirta Anom Kota Banjar E Fitrah Nurkamilah berharap dengan penyertaan modal Rp 2 miliar itu bisa mendapatkan 1.000 SR PDAM. Nilai itu juga untuk membantu mengoptimalkan operasi PDAM dalam penggantian jaringan retikulasi pipa secara bertahap.

“Insyaallah targetnya 1000 SR, kemudian akan digunakan juga untuk pengoptimalkan operasi PDAM,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.