Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.5%

19.8%

7.7%

69%

PDAM Tirta Sukapura Tasik Butuh Direksi Inovatif

88
0
Ami Fahmi ST Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya & Dani Fardian Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya

SINGAPARNA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya menilai kinerja PDAM Tirta Sukapura masih jalan di tempat selama beberapa periode direksi sebelumnya.

Hal ini harus menjadi catatan bahwa direksi ke depan harus mam­pu berinovasi untuk mendongkrak pen­dapatan asli daerah (PAD).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Ami Fahmi ST mengatakan, terlepas dari kelima nama calon direksi PDAM yang direkomendasikan oleh pansel, yang jelas calon direksi nanti harus mempunyai visi misi jelas ke depan, sehingga BUMD ini tidak jalan di tempat.

Baca juga : Kampus UBSI Tasikmalaya Hadirkan Program Diploma Plus Sarjana

“PDAM itu adalah perusahan daerah yang mungkin bukan hanya sosialnya saja yang harus baik, dari sisi profitnya pun juga harus dihasilkan dengan baik. Hari ini seolah-olah monoton kerjaannya membangun instalasi baru dalam peningkatan pelayanan tidak ada inovasi,” ujarnya kepada Radar, Rabu (26/8).

Sementara, kata dia, PDAM di daerah lain bisa membuat terobosan atau inovasi seperti membuat air minum kemasan yang bisa dipergunakan untuk kegiatan pemerintahan.

“Alangkah eloknya di dalam rapat-rapat baik di eksekutif dan DPRD air mineral kemasannya mereknya Tirta Sukapura, jadi ada peluang bisnisnya yang berdampak terhadap peningkatan PAD,” kata Ami.

Maka dari itu, tambah dia, diperlukan direksi yang bukan hanya fokus dalam penambahan instalasi dan perbaikan-perbaikan, melainkan harus mampu berinovasi. Selama ini PDAM belum menunjukkan inovasi-inovasi yang nyata dan berdampak terhadap PAD.

“Direksi PDAM ini harus mampu mengembangkan potensi sumber mata air yang ada. Berinovasi jangan kegiatan rutinitas saja yang dilaksanakan. Intinya demi pelayanan masyarakat dan kemajuan PDAM itu sendiri,” jelas dia.

Mantan Ketua Komisi II yang kini sebagai Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dani Fardian mengatakan, memang semua calon yang masuk lima besar memiliki pengalaman dalam bidang pengelolaan air. Sehingga sudah memenuhi syarat untuk ditunjuk sebagai direksi PDAM.

Namun, kata dia, untuk menjadi direksi PDAM harus juga mempunyai kemampuan dan mengedepankan profesionalisme serta integritas, walaupun nanti pada akhirnya hak prerogatif kepala daerah yang akan memilih direksi PDAM.

Adapun soal kinerja PDAM, kata Dani, sesuai pengalamannya dulu semasa menjabat ketua Komisi II, pada era Enjang berjalan biasa-biasa saja tidak ada peningkatan apapun atau signifikan yang berdampak terhadap PAD.

“Sedang-sedang saja (pada masa Enjang¸Red) tidak ada yang istimewa, permasalahan klasik seperti kebocoran pipa dan masih ditemukannya sambungan pipa ilegal sering terjadi. Jadi kami pelayanan yang didahulukan ketimbang profit sebagai BUMD,” ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, yang perlu diperbaiki dari direksi terdahulu maupun yang habis masa jabatannya pada tahun ini atau era Wawan, yakni soal sosialisasi tarif yang sering menjadi permasalahan. Jadi harus jelas setiap unitnya menginformasikan kepada konsumen, jangan sampai ada perbedaan.

Baca juga : Tiba di Kota Tasik, Habib Luthi Minta Warga tak Lupa Sejarah Bangsa

Dia menambahkan, dalam penilaiannya direksi-direksi PDAM yang sebelumnya memang sudah cukup mencapai kinerja dalam menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) termasuk pembangunan instalasi peningkatan pelayanan, namun masih jauh dari harapan dan perlu ditingkatkan lagi.

“Jadi bukan masalah mantan direksi terdahulu atau yang baru, yang jelas punya integritas, profesional dan bisa menyelesaikan permasalahan klasik yang sering terjadi,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.