PDIP, Gerindra, PKB & NasDem Jajaki Kesepahaman Pilwalkot Tasik

554
0
radartasikmalaya.com
(Kiri Kanan) Ketua DPC PKB Kota Tasik, Ketua DPC PDI-Perjuangan, Ketua DPC Partai Gerindra, dan Sekretaris DPD NasDem Kota Tasik usai pertemuan, Minggu (24/01) sore. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Walaupun belum jelas pesta demokrasi 5 tahunan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Tasik akan dihelat pada 2022 atau 2024, beberapa kandidat yang bakal maju merebut kursi Z1 atau Z2, mulai bergerilya di masyarakat.

Tak hanya para kandidat, para petinggi partai politik (parpol) pun mulai bergerilya membangun komunikasi secara intensif dengan partai lainnya guna menyamakan kesepahaman persepsi.

Hal itu seperti yang terjadi Minggu (24/01) sore.

Ketua DPC PDI-Perjuangan, Muslim, Ketua DPC Partai Gerindra, H Nandang Suryana, Ketua DPC PKB, H Cece Insan Kamil dan Sekretaris DPD NasDem, Tjahja Wandawa, melakukan pertemuan.

“Jadi kita dalam pertemuan ini membangun kesepahaman (menuju Pilwalkot, Red) sambil membahas Kota Tasik saat ini yang sedang pandemi Covid-19,” ujar Muslim, ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Tasik kepada radartasikmalaya.com.

loading...

“Karena soal penanganan pandemi Covid-19 ini kan perlu diperketat dalam hal pengawasan. Sehingga ya kami bersepaham soal ini ikut jadi bahasan utama,” sambungnya.

Sekretaris DPD NasDem, Tjahja Wandawa menuturkan, Plt Wali Kota saat ini, Muhamad Yusuf saat maju di Pilwalkot berpasangan dengan Budi Budiman, Wali Kota Tasik Non Aktif.

“Maka kami yang termasuk bagian tim koalisi belum pernah diajak bicara soal perkembangan Covid saat ini ataupun usai beliau menjadi Plt. Bagaimanapun Plt adalah bagian dari koalisi,” tuturnya.

Ketua DPC PKB, H Cece Insan Kamil mengamini pernyataan Tjahja Wandawa.

Pihaknya memiliki tanggungjawab moril sebagai bagian dari tim yang memotori pasangan Budi-Yusuf di Pilkada 2017 lalu.

“Sebagai bagian dari koalisi, memang belum pernah ada komunikasi atau diskusi apapun terkait langkah ke depan seperti apa dengan situasi dan kondisi yang dihadapi daerah saat ini,” tambahnya.

Sedangkan Ketua DPD Partai Gerindra, H Nandang Suryana menjabarkan, partainya saat ini menjadi pimpinan di DPRD dengan 10 kursi tetapi membahas bersama bagaimana persoalan Covid saat ini dan belum pernah sama sekali diundang Plt.

“Kondisi saat ini berbeda yang saya rasakan ketika dulu ada Pak Budi (Wali Kota Non Aktif). Dulu ada forum komunikasi ketua partai. Sekarang tidak ada komunikasi sama sekali,” bebernya.

Jadi, jelas Nandang, silaturahmi antar ketua partai ini terutama yang mempunyai perwakilan di parlemen membahas dan mengkomunikasikan kondisi saat ini.

“Karena membangun Kota Tasik tak bisa sendirian oleh Plt. Saya lihat kan saat ini belum ada terobosan untuk kebijakan apakah kepada ekonomi ketika pandemi. Termasuk soal PSBB juga jangan membatasi pada waktu dan wilayah,” jelasnya.

Harusnya, saran Nandang, Plt mengurai mata.

Artinya membangun pasar tradisional di kecamatan-kecamatan atau di kelurahan-kelurahan, sehingga warga tak datang ke satu titik sebagai pasar induk di Cikurubuk.

“Ciptakan itu harusnya. Jadi Cikurubuk adalah induk, tapi dijual ke pasar kecamatan atau kelurahan.Sebaiknya ada terobosan ini agar tak mengundang keramaian massa,” saranya.

Makanya, tukas dia, kalau dirinya jadi Wali Kota Tasik, hal teknis seperti itu sudah bisa dipetakan. Padahal kesempatan itu ada untuk menggairahkan ekonomi rakyat.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.