Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
16%

84%

PDIP Serius Isi Jabatan Wabup Bersama PAN dan PKS

39
0
ilustrasi

SINGAPARNA – Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, H Aef Syarifudin mengatakan kekhawatiran koalisi PAN dan PKS yang akan meninggalkan PDIP pada Pilkada 2020 menjadi pertimbangan serius. Maka dari itu, pihaknya terus memproses jabatan wakil bupati untuk bisa segera diisi.

“Persoalan koalisi yang dikhawatirkan akan meninggalkan PDI Perjuangan jika wakil tidak diisi memang menjadi pertimbangan serius bagi PDIP, itu dilakukan untuk memuluskan langkah di Pilkada 2020,” ujarnya kepada Radar, Jumat (14/6).

Lanjut dia, kekhawatiran ini memang muncul dari calon wakil bupati (cawabup) yang diusulkan PKS. Namun, secara kelembagaan partai PAN dan PKS belum menyatakan sikap akan meninggalkan PDIP di Pilkada 2020 apabila jabatan wabup tidak diisi.

“Kita komunikasi baik dengan PAN dan PKS termasuk soal pengisian wakil bupati. Kita sudah sampaikan bahwa PDI Perjuangan masih menunggu hasil konsultasi dengan DPP. Termasuk nama yang didorong oleh PAN dan PKS kita sudah sampaikan ke pusat untuk dipertimbangkan,” katanya.

Terang Aef, kekhawatiran soal koalisi jelang Pilkada 2020 memang wajar. Namun, melihat peta politik saat ini kemungkinan koalisi partai pun akan mengalami perubahan. Karena peta politiknya jelas sangat berbeda dengan 2015 dan PDI Perjuangan pun belum sampai menentukan sikap soal koalisi tahun depan. “Saat ini kami sedang fokus kepada pembahasan pengisian wakil bupati,” terang dia.

Ketua DPD PKS Kabupaten Tasikmalaya Dadi Supriadi mengatakan komentar Heri Ahmadi terkait kekhawatiran PDI Perjuangan ditinggalkan pada Pilkada 2020 jika tidak mengambil sikap tentang pengisian wakil bupati itu haknya. Akan tetapi, secara kelembagaan partai belum mengambil sikap apapun untuk koalisi di Pilkada 2020.

“Kalau hari ini kan sudah jelas berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan PAN tidak bisa dibubarkan sebelum Pilkada 2020. Jadi koalisi ini arahnya untuk pengisian wakil bupati dulu, untuk pilkada semua kemungkinan bisa terjadi, PKS bisa tetap berkoalisi atau tidak,” tegasnya.

Soal koalisi Pilkada 2020, kata dia, DPP PKS menyerahkan semuanya ke DPD yang lebih mengetahui kondisi politik di daerah.

“Soal koalisi sangat banyak kemungkinan, peluangnya masih bisa dengan partai yang saat ini (PDIP dan PAN, Red) atau partai mana pun,” paparnya.

Terpisah, Ketua DPD PAN Kabupaten Tasikmalaya Daud Ripai mengaku belum sampai membahas soal koalisi atau kemungkinan meninggalkan PDIP apabila tidak mengisi jabatan wakil bupati. Karena saat ini, PDI Perjuangan sedang memproses usulan partai pengusung ke DPP-nya.

“Kalau PAN tetap optimis jabatan wakil bupati ini bisa segera diisi. Karena sudah ada keseriusan dari PDI Perjuangan dalam memprosesnya dengan membangun komunikasi. Soal diisi atau tidaknya kita menunggu hasil konsultasi PDIP dari DPP-nya,” ungkapnya.(dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.