PDP Meninggal Di Garut Bertambah, Bayi Positif Terpapar dari Bapaknya Penjual Kopi di Jakarta

154
0

GARUT KOTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat terdapat dua pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia Rabu (29/4).

Dengan demikian, jumlah PDP yang meninggal dunia di Kabupaten Garut menjadi 11 orang.

Baca juga : Bayi 2 Tahun Warga Cibatu Garut Positif Covid-19, Klinik Ditutup & Dokternya Diisolasi

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat mengatakan dua PDP yang meninggal dunia yaitu laki-laki 50 tahun asal Kecamatan Cigedug dan perempuan 21 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul.

Kedua pasien memiliki riwayat penyakit penyerta. “Jadi total PDP meninggal sampai hari ini sebanyak 11 orang. Hampir dipastikan semuanya ada penyakit penyerta,” kata Ricky kepada wartawan Rabu (29/4).

Kata dia, penanganan kedua jenazah sudah mendapatkan penanganan sesuai protokol kesehatan Covid-19. Karena itu, warga tak perlu khawatir terjadi penularan dari pasien meninggal.

Ricky menerangkan total keseluruhan korban meninggal dunia dalam kasus Covid-19 di Kabupaten Garut mencapai 23 orang. Terdiri dari 11 orang dalam pengawasan (ODP), 11 PDP dan 1 positif Covid-19.

Untuk kasus PDP, kata dia, saat ini totalnya ada 51 kasus. Dari jumlah tersebut, 42 kasus selesai pengawasan, 5 pasien dalam pengawasan dan 11 meninggal dunia.

Sementara dari jumlah total 2.373 ODP, sebanyak 13 orang masih dalam perawatan dan 2.215 selesai pemantauan, di mana 11 diantaranya meninggal.

Sedangkan kasus orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 576 orang, 236 orang di antaranya masih dalam tahap observasi dan 340 orang selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian.

Ricky menyebut hingga saat ini terdapat 10 kasus pasien positif Covid-19. “Sebanyak tujuh dalam perawatan di rumah sakit, satu kasus isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, satu kasus dinyatakan sembuh dan satu kasus meninggal,” terangnya.

Untuk balita berusia 2 tahun 2 bulan yang positif Covid-19 atau KC-10, kata Ricky, dari hasil pemeriksaan dan pengecekan di lapangan, diduga terpapar dari orang tuanya yang bekerja sebagai penjaja kopi di Jakarta. “Kalau kondisinya sudah membaik. Saat ini masih dalam perawatan di RSUD dr Slamet. Hari ini (kemarin, Red) kami akan melakukan rapid test kepada warga di sekitar tempat tinggal balita. Serta akan ada swab test untuk orang tua balita tersebut,” terangnya.

Pertimbangkan untuk Naikkan Status

Terpisah, Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan kasus Covid-19 di Garut didominasi dari warga yang baru pulang dari Jabodetabek.

Pihaknya berharap warga Garut yang berada di perantauan tak pulang dan menaati anjuran pemerintah.

Dengan adanya kasus positif ke 10, Helmi mempertimbangkan untuk menaikkan status di Garut.

Pasalnya penerapan social dan physical distancing dinilai kurang efektif. “Kalau bisa, kami usulkan ada peningkatan. Nanti bicarakan dulu dengan pak bupati dan gubernur,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cibatu AKP Dudi Tisna Irawan menyebut setiap desa di Cibatu telah menyiapkan posko dan relawan Covid-19. Adanya warga yang positif, membuat warga semakin selektif saat menerima kunjungan dari luar.

Baca juga : Wabup Garut Sesalkan RS di Tanggerang Kirim Jenazah Positif Corona tanpa Peti Mati

Aktivitas di Stasiun Cibatu, lanjutnya, juga sudah dikurangi. Semua penumpang kereta yang turun, akan diperiksa kesehatannya. “Wajib diperiksa kalau ada tamu dari luar. Beberapa titik juga disekat dan warga lebih waspada,” ujarnya.

Dudi menambahkan hingga kini belum ada laporan warga yang pulang dari Jakarta. Setiap desa, RT dan RW juga sudah melakukan pendataan. Pihaknya juga telah mengimbau agar warga Cibatu yang berada di perantauan tak pulang selama wabah corona. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.