Pecatur Cilik Indonesia Sabet Gelar Juara Dunia

165
0
Loading...

JAKARTA – Luar biasa, itulah kalimat yang pantas dialamatkan kepada Pecatur cilik asal Indonesia Samantha Edithso atas keberhasilannya menyabet gelar Juara Dunia Catur Standar Putri U-10 di kejuaraan catur klasik FIDE World Cadet Chess Championships 2018, di Santiago de Compostela, Spanyol.

Keberhasilan Samantha yang kini masih berusia 10 tahun meraih gelar juara dunia itu setelah sukses menghentikan perlawanan sengit Alexandra Shvedova dari Rusia, pada Jumat pagi (16/11) waktu Indonesia kemarin.

Dari data yang dihimpun Fajar Indonesia Network (FIN) dari halaman sosial media Percasi, Sabtu (17/11) kemarin, raihan Samantha untuk memperoleh hasil gemilang itu cukup dramatis, pasalnya pecatur asal Bandung itu sempat mengalami dua kali kekalahan di babak keempat dan kesembilan dari 11 babak sistem Swiss.

Akan tetapi, di babak terakhir Samantha, yang sudah mengumpulkan 8 poin, mampu mengalahkan pimpinan klasemen sementara, Alexandra Shvedova dari Rusia yang memiliki 8,5 poin.

Namun, keberhasilan Samantah meraih gelar juara juga tak lepas dari hasil yang didapat oleh dua pecatur China di papan dua yakni, Zhou Yafei menghadapi Chen Yining yang sama-sama memiliki 8 poin.

Loading...

Zhou Yafei yang sempat mengalahkan Samantha di babak kesembilan tak mampu menembus pertahanan ketat rekannya Yinning Chen.

Padahal hanya dengan kemenangan ia akan menjuarai turnamen tersebut. Partai mereka berakhir remis pada langkah ke-55 melalui pengulangan langkah.

“Sportifnya, kedua pecatur putri cilik dari China dengan sungguh-sungguh dan tidak ada yang mau mengalah (mungkin sama-sama gengsi?), sampai akhirnya hasilnya draw. Andai saja Chen Yining mau mengalah, maka sudah bisa dipastikan Zhou Yafei yang menundukkan Samantha di babak kesembilan akan tampil sebagai Juara Dunia,” tulis halaman sosial media Percasi tersebut.

“Nasib Samantha sedang mujur, bintangnya sedang bersinar. SELAMAT buat WFM Samantha Edithso sang Juara Dunia ‘Sejati’ Catur Putri U-10,” sambung pernyataannya.

Dengan demikian Samantha berhasil menempati peringkat pertama dengan raihan 9 poin disusul oleh Alexandra Shvedova dan Yinning Chen masing-masing dengan 8,5 poin. Zhou Yafei sendiri harus puas menduduki posisi keempat.

Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Kristianus Liem dari Santiago, Spanyol menyatakan, penampilan Samantha dibabak 11 yang memakan waktu hingga 5 jam itu sangat luar biasa. Ia menuturkan Samantha mampu bermain tenang dan penempatan bidak yang tepat pada babak yang cukup panjang tersebut.

“Puji Tuhan, ini keajaiban. Samantha sebelumnya sudah dua kali kalah, namun kemudian bisa memutarbalikan keadaan dengan mengalahkan Sophie Velea dari Amerika Serikat dan Shvedova sehingga menjadi juara,” ujar Kristianus dalam keterangan tertulis yang diterima wartwaan dari Percasi.

Lebih lanjut, Kristianus mengaku keberhasilan Samantha ini merupakan sejarah dan kado terbesar bagi Indonesia yang tengah merayakan hari Pahlawan pada bulan November ini.

“Hasil ini sangat luar biasa sehingga Samantha menjadi sejarah baru bagi dunia catur Indonesia dengan merebut juara dunia pada bulan November ditengah perayaan Hari Pahlawan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Percasi (Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia), GM Utut Adianto mengaku mneyambut gembira atas keberhasian Samantha di kejuaraan dunia tersebut.

“Seluruh masyarakat catur tentunya sangat menyambut gembira atas keberhasilan Samantha ini. Kita tahu perjuangannya untuk meraih hasil gemilang tersebut sangat berat, namun ia berhasil mengalahkan rangking duanya di babak terakhir dengan pertarunganya yang cukup mendebarkan,” terang utut disela-sela Duel Match JAPFA Chess Festival 2018, Jumat (16/11) kemarin.

Lebih lanjut Anggora DPR RI itu mengaku akan mengajak beberapa pihak untuk mendukung perjalanan karir Samantha di dunia catur.

“Sekali lagi kita bersyukur, seraya kita juga akan mengajak berbagai pihak untuk mendukung dia agar perjalanan karirnya bisa lebih baik dari para senior-seniornya,” tukas Utut.

Raihan juara dunia ini bukan-lah yang pertama bagi Samantha. Sebelumnya, pada bulan Juni 2018, lalu lalu putri semata wayang Larry Edith dan So Si Sian ini juga sudah membuat harum nama negara dengan menjadi juara dunia catur cepat di FIDE World Championship 2018 U10 yang berlangsung di Minsk, Belarusia.

Samantha Edithso adalah bibit catur paling unggul saat ini Indonesia dan bakat Samantha ini setara dengan Praggnanandhaa dan Nihal Sarin. Dua pecatur ajaib asal India yang saat ini tengah bersinar di pentas internasional.

“Bulan Juli kemarin, Samantha Edithso datang ke kantor saya dengan mengatakan Dia akan terus menjadi juara dunia hingga nantinya menjadi seorang Grand Master. Baru saja saya mendapat kabar kalau Samantha menjadi Juara Duni setelah menempati puncak klasemen kategori putri U-10 pada Kejuaraan Catur Kadet Dunia 2018 yang berlangsung di Santiago de Compostela, Spanyol,” tulis Meenteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di akaun instagram pribadinya.

“Selamat Samantha atas gelar juara dunianya, tidak boleh terlena ya, terus belajar dan berlatihlah hingga nantinya menjadi seorang Grand Master,” tandas Imam Nahrawi. (GIE/FIN)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.