UMKM Beralasan karena Terkendala oleh Hujan

Pedagang Keluhkan Pameran Sepi

89

BANJAR – Pameran produk unggulan dalam rangkaian Porsenitas di Lapang Bhakti Kota Banjar sepi. Seperti yang diakui Lilis, pedagang di sekitar pameran tersebut.

“Pengunjungnya sepi. Kebanyakan yang datang pakai seragam dinas seperti PNS kalau siang sampai sore. Kalau masyarakat umumnya jarang. Kalah dengan pameran biasa yang jualannya serba ada. Ini kebanyakan kan produk UMKM,” kata Lilis Rabu (5/12).

Kurangnya peminat, menurutnya, karena masyarakat tidak terlalu antusias. “Jarang apalagi malam, banyaknya ke sana (pasar malam, Red),” katanya.

Selain kurangnya pengunjung, ada beberapa stand yang kosong. “Karena sepi kang, gak ada pembeli yang jaga stand-nya sudah pulang,” kata Rudiana, salah satu penjaga stand produk UMKM dari Kota Banjar.

Tika, sales produk minuman mengaku hampir lima kali berkeliling paket minuman yang ditawarkan tak laku. “Iya sepi mas, dari pagi sampai sore baru laku satu paket, sementara saya jualan saya ditarget,” keluhnya.

Yulianto, pengunjung pameran mengatakan rata-rata pengunjung yang datang hanya melihat-lihat saja. “Itu cocoknya untuk dipamerkan, jarang dibeli,” katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKMP Kota Banjar Mamat Rahmat mengungkapkan dua hari terakhir (Senin dan Selasa) sepi karena saat jam ramai turun hujan. Namun, katanya, pengunjung masih terbilang ramai.

“Pengunjung bagus, ramai. Penjualan tiap stand ada. Tapi untuk rekapitulasi besok (hari ini). Terjadi juga perputaran berkumpul uang dari seluruh stand. Melihat transaksi di UKM bagus. Kita ingin tahu dampak penyelengaraan pameran itu sejauh mana. Nanti akan evaluasi,” tuturnya.

Dia menjelaskan stand yang masuk di pameran berasal dari dua kota dan tujuh kabupaten plus BKAD. Ditambah stand perusahaan sekitar 25. Jadi totalnya 30 stand lebih. “Sebetulnya dampak dari hujan dua hari sehingga terlihat sepi,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.