Hunian Hotel Sudah Mencapai 75 Persen

Pedagang Musiman Dilarang Masuk Pantai Pangandaran

144
0
BERJEJER. Hotel besar terlihat dari kejauhan di Pantai Barat Pangandaran, tetapi hingga kini pajak yang dihasilkan dari hotel dan restaurant masih minim. PHRI mengaku siap mendongkrak penghasilan pajaknya. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
BERJEJER. Hotel besar terlihat dari kejauhan di Pantai Barat Pangandaran, tetapi hingga kini pajak yang dihasilkan dari hotel dan restaurant masih minim. PHRI mengaku siap mendongkrak penghasilan pajaknya. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Hunian hotel menjelang libur natal dan tahun baru sudah hampir terisi hingga 75 persen. Hal ini disampaikan oleh Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran.

Sekretaris PHRI Kabupaten Pangandaran Dadang Gunawan mengatakan booking hunian hotel paling banyak untuk tanggal 24 dan 25 Desember atau tepatnya saat libur natal. ”Kemungkinan dalam beberapa hari bisa mencapai 90 persenan,” ujarnya kepada Radar, Minggu (8/12).

Dadang mengatakan pesanan hotel di tahun ini lebih baik, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. ”Kalau tahun sebelumnya, awal bulan masih sedikit yang booking hotel,” jelasnya.

Menurutnya, liburan akhir tahun selalu menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha hunian di Kabupaten Pangandaran. ”Jelas omset akan meningkat drastis, jika libur akhir tahun tiba,” katanya.

Apalagi, kata dia, penataan yang dilakukan di Pantai Pangandaran menjadi nilai tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. ”Kemudian penataan objek wisata juga sudah sangat baik,” terangnya.

Selain itu, ia mengusulkan kepada Pemkab Pangandaran untuk tidak mengizinkan pedagang musiman untuk masuk ke Pangandaran.

”Itu mengganggu pedagang harian yang ada di sini, apalagi jika mereka memasang harga yang di atas harga normal,” jelasnya.

Menurut dia, hal itu akan berdampak pada para pengunjung, sehingga malas kembali datang ke Pangandaran. Jika mendapatkan harga yang mahal. ”Mereka akan malas ke Pangandaran, jangan sampai mengganggu,” ujarnya.

Lanjut dia, pedagang musiman ini memang kebanyakan berasal dari luar daerah, mereka datang saat libur natal dan tahun baru. ”Pemkab Pangandaran juga sudah merespons keinginan kami ini,” jelasnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.