Pedagang Pasar Kojengkang Dadaha Kota Tasik Libur 2 Minggu

157
0
Istimewa PASANG SPANDUK. Ketua PPWKD Edi Hermawan dan Kepala UPTD Pengelola Dadaha usai pemasangan Spanduk Libur Kojengkang di Kawasan Dadaha Kamis Siang (19/3).

CIHIDEUNG – Merespons Surat Edaran (SE) Wali Kota Tasikmalaya tentang peningkatan kewaspadaan risiko penularan Covid-19, sejumlah pedagang Pasar Kojengkang yang biasa berjualan di belakang GGM berkomitmen tidak beraktivitas selama dua pekan.

Ketua Pedagang Pasar Wisata Kojengkang Dadaha (PPWKD) Edi Hermawan mengatakan pihaknya sepakat dengan pemerintah pusat maupun daerah, mengurangi risiko penularan dengan tidak beraktivitas yang mengundang kerumunan massa.

Baca juga : Dinkes Kabupaten Tasik Ajak LPLHI Musyawarah Soal Limbah Medis, Polisi Diminta Turun Tangan

Terlebih Kompleks Olahraga Dadaha pun kini dibatasi operasionalnya usai edaran itu diterbitkan. “Kita akan off beraktivitas 22 sampai 29 Maret mendatang. Merespons kebijakan pemerintah menangani risiko penularan Covid-19,” ujarnya kepada Radar, Kamis (19/2).

Menurutnya, memang tidak mudah ketika aktivitas mereka yang hanya seminggu sekali harus berhenti. Namun, ketika berisiko terhadap kesehatan para pedagang, pihaknya merespons dengan positif imbauan dari pemerintah merupakan hal baik yang patut diikuti. “Langkah ini pun direspons baik UPTD Pengelola Dadaha. Kita selaku warga dan pengguna kompleks turut kooperatif dengan kebijakan daerah,” kata Edi.

Kepala UPTD Dadaha Gumilang Herdis menambahkan pihaknya juga mengedukasi sekaligus sosialisasi terhadap sejumlah pedagang yang beroperasi di kawasan sport center.

“Kita sudah sosialisasi dan edukasi, agar pedagang berbudaya PHBS. Selain menjaga lingkungan Dadaha juga menjaga risiko terhadap diri sendiri, tak cuma Covid-19 tetapi bahaya lain mulai DBD dan lain sebagainya,” kata Gumilang memaparkan. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.