Peduli Korban Kerusuhan 22 Mei, Anies Baswedan Dituding Memihak

120
0

JAKARTA – Kepedulian Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada korban kerusuhan 22 Mei mendapat tanggapan beragam dari warga Jakarta.

Sebagian warga memuji sikap Anies. Namun tak sedikit pula yang justru mencaci maki mantan Menteri Pendidikan tersebut.

Anies dituding sebagai salah satu pendukung aksi 22 Mei yang berujung kericuhan.

Bukti Anies mendukung aksi terlihat dari statemen dan kebijakannya yang menyediakan rumah sakit gratis untuk para korban kerusuhan.

Selain itu, Anies juga menjenguk pada korban kerusuhan di rumah sakit. Bahkan, orang nomor satu di DKI Jakarta itu juga ikut angkat keranda salah satu korban yang meninggal.

Selain itu, Anies juga mengirimkan karangan bunga ucapan duka cita kepada salah satu korban meninggal.

“Sebagai gubernur, kenapa Anda tidak muncul di hadapan massa yang Anda tahu satu kubu dengan Anda, naik ke atap mobil bersama para agitator, dan meminta agar massa mereka meninggalkan TKP di saat Magrib,” kata salah satu warga Jakarta.

“Kenapa Anda tidak bertemu dengan para penggerak massa, bicara pada mereka, dan ultimatum mereka bahwa kalau sampai ada apa-apa dengan Jakarta, mereka harus berhadapan dengan Anda?,” tambahnya.

“Malah mau menanggung beaya pengobatan perusuh yang terluka, emangnya mereka siapa? Kawan seperjuangan Anda? Pegawai Anda?,” tandasnya.

Sementara warga lainnya menyayangkap sikap Pemda DKI yang menangung biaya pengobatan para perusuh hingga mencapai Rp22 miliar.

“Mereka datang. Merusak rumahmu. Menghancurkan kotamu. Lalu kalau mereka terluka, Pemda DKI dengan senang hati membayar biaya pengobatannya. Anda memang tidak mampu memimpin, Anies!,” cetusnya.

Alasan Anies Tak Larang Pendemo Datang ke Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasannya tak mengimbau masyarakat dari berbagai daerah datang ke Jakarta untuk melakukan Aksi 22 Mei.

Anies mengaku tak berhak melarang orang untuk menyampaikan pendapat, termasuk orang-orang dari luar Jakarta untuk ikut aksi yang berujung rusuh tersebut.

Menurut Anies, semua warga negara berhak datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya. Apalagi Jakarta adalah ibu kota, dan kantor Bawaslu RI berada di Jakarta.

“Setiap warga negara berhak untuk mengungkapkan pandangannya di manapun mereka berada,” kata Anies di Jakarta, Kamis (23/5).

“Jakarta itu bukan wilayah tersendiri. Jakarta adalah ibukota dan kantor Bawaslu lokasinya di Jakarta, kantor KPU lokasinya di Jakarta,” tambah Anies.

Dikatakan Anies, pasca kerusuhan 22 Mei, situasi di ibukota Jakarta berangsur-angsur kondusif.

“Jangan khawatir untuk pergi ke mana saja, karena Jakarta aman. Hari ini semuanya sudah relatif tenang, karena itu saya menganjurkan kepada seluruh warga Jakarta berkegiatan seperti biasa,” kata Anies.

Sejumlah titik, yang beberapa waktu lalu terjadi kericuhan, kini sudah tenang. Anies juga meminta para pedagang di Tanah Abang untuk kembali beraktivitas supaya kegiatan perekonomian tidak terganggu.

“Ruas Jalan Thamrin dan beberapa jalan di sekitar Tanah Abang, Petamburan, Slipi sempat ada ketegangan. Tapi sekarang, hari ini, semuanya sudah relatif tenang. Tanah Abang juga mulai ada kegiatan lagi,” tandas Anies. (one/pojoskatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.