Peduli Lingkungan, Kreatif dan Inovatif

639
0
Siti Aisyah / Radar Tasikmalaya KOMPAK. Tim Penilai Sekolah Adiwiyata bersama tamu undangan dan Tim Adiwiyata MTsN 2 Tasikmalaya usai melakukan penilaian kemarin (12/10).

MTsN 2 Tasikmalaya Mengikuti Program Sekolah Adiwiyata 2017
TASIK – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Tasikmalaya meneraplkan program Sekolah Berbudaya Lingkungan atau Sekolah Adiwiyata. Mereka membiasakan murid peduli lingkungan, kreatif dan inovatif.
Kemarin (12/10), MTsN yang dipimpin Dra Hj Ai Siti Latopah MPd ini dinilai Tim Penilai Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Tasikmalaya. Mereka tinggal menunggu pengumumannya nanti.
Kepala MTsN 2 Tasikmaya Dra Hj Ai Siti Latopah MPd mengatakan madrasahnya menerapkan Sekolah Berbudaya Lingkungan. Itu sesuai dengan visi sekolah yakni mewujudkan madrasah tsanawiyah berkualitas, terciptanya peserta didik berprestasi, berakhlakul karimah dan berbudaya lingkungan. Terlebih, sasaran dari Sekolah Adiwiyata yaitu untuk mengubah sikap dan perilaku individu warga madrasah untuk peduli lingkungan, kreatif dan inovatif.
”Jadi adanya perubahan perilaku ini yang menjadi nilai utama dari Sekolah Berbudaya Lingkungan. Selama ini MTs Negeri 2 dari prestasi akademik dan nonakademik terus meningkat, dengan terwujudnya Sekolah Berbudaya Lingkungan ini diharap menjadi motivasi untuk makin meningkatnya prestasi,” ungkap Ai kemarin (12/10).
MTsN 2 Tasikmalaya, kata dia, menjadi satu-satunya sekolah yang mengikuti program Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Tasikmalaya.
”Banyak masukan yang diberikan oleh tim penilai dan hal ini menjadi dorongan untuk makin berkembang. Kita juga akan lengkapi administrasi yang belum sempurna dan pembiasaan cinta lingkungan ini harus terus berlanjut sampai kapan pun,” tuturnya.
Ai berharap MTsN 2 Tasikmalaya yang menerapkan konsep Sekolah Berbudaya Lingkungan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah dan menjadi pelopor pendidikan berbudaya Islami dan cinta kebersihan.
Koordinator Program Adiwiyata MTsN 2 Tasikmalaya H Uton Aminudin MSi menuturkan dalam penilaian Sekolah Berbudaya Lingkungan kemarin dihadiri para tamu undangan. Diantaranya Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya Drs H Yudhi Yusupyandi MM, Kasi Mapenda Kemenag Kota Tasikmalaya Drs H Dadang Toha Muslim MSi, para pejabat Disdik Kota Tasikmalaya, Dinas Lingkungan Hidup, pengawas madrasah, Muspika Indihiang, komite sekolah dan tamu undangan lainnya.
”Alhamdulillah dengan kehadiran tamu undangan dari semua unsur ini menjadi bukti adanya dukungan yang besar dan kompak untuk membantu terwujudnya Sekolah Berbudaya Lingkungan,” ujar Uton.
Sebagai implementasi cinta lingkungan dan kebersihan, MTsN 2 Tasikmalaya, kata dia, mendidik siswanya agar mengurangi sampah plastik. Setiap harinya, siswa membawa alat makan dan minum sendiri. Dengan begitu, mereka akan mengurangi sampah.
Langkah lainnya yaitu membiasakan anak didiknya menyiram tanaman dan mengajaga keindahan serta kebersihan lingkungan kelas dan sekolah.
Kabid Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya H Didin Syarifudin menjelaskan tahun 2017 di Kota Tasikmalaya ada 27 sekolah yang mengikuti program Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) atau Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Tasikmalaya. MTsN 2 Tasikmalaya menjadi yang ke-22 yang mendapatkan giliran penilaian.
Menurutnya, SBL harus berkelanjutan. Tidak hanya cukup saat penilaian. Warga sekolah harus membiasakan diri mencintai lingkungan. Termasuk saat di luar sekolah.
”Selain sekolah yang nyaman dan hijau, banyak tanaman, bersih dan juga adanya pembiasaan juga kami berharap bahwa SBL ini bukanlah lomba namun upaya untuk mengubah perilaku dan akhlak yang lebih baik, sehingga tidak ada lagi vandalisme di sekolah, corat-coret dinding sekolah, WC ataupun meja dan lainnya,” terangnya. (ais)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.