Peduli Penderitaan Warga Palestina

215
0
GALANG BANTUAN. Imam muda dari Bumi Syam, Syekh Mustafa Hussein Muteir (kiri) melaksanakan Safari Ramadan di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas), Rabu (23/5).

TASIK – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) bekerja sama dengan Aman Palestin mengadakan tablig akbar menghadirkan imam muda dari Bumi Syam, Syekh Mustafa Hussein Muteir untuk menggalang solidaritas terhadap Palestina di Graha Umtas, Selasa (23/5) pagi.

Ketua BEM Umtas Anggun Tri Utami mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Safari Ramadan yang dilakukan Imam Muda dari Bumi Syam. Aman Palestin yang telah memiliki kantor resmi di Dapur Santri, Jalan Suaka Kota Tasikmalaya berpusat di Gaza. Sehingga bantuan dana masyarakat dapat langsung tersalurkan ke Palestina. Tidak harus melalui perbatasan.

Dalam acara tersebut dilakukan penggalangan dana untuk Palestina mulai lelang kaus, syal, dan kotak amal serta lainnya. “Kami dari BEM mengambil momen agar beliau bisa datang ke sini. Sehingga mahasiswa Umtas makin terbuka wawasannya dan tersentuh hatinya melihat kondisi Palestina terkini. Apalagi ini bulan Ramadan. Jadi momen yang tepat untuk bersedekah juga,” ujarnya kepada awak media, Selasa (23/5).

Syekh Mustafa menyampaikan kondisi terkini di Palestina. Khususnya tentang Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya yang terus-menerus digusur dan dibombardir Israel. Selain itu, pada bulan Ramadan di Palestina tidak ada penerangan dan fasilitas umum memadai.

Menurutnya, jika ada yang terluka, rumah sakit setempat tidak bisa merawat dengan maksimal. Karena minimnya alat kesehatan di sana. Masyarakat di Indonesia khususnya di Tasikmalaya sangatlah beruntung dengan berbagai kemudahan dan fasilitas lengkap.

“Sekarang ini kita berada di bangunan yang besar dan indah. Di sana mereka hanya tinggal di rumah ala kadarnya. Bangunannya rusak oleh bom. Begitu juga makanan, mereka harus menunggu bantuan internasional untuk dapat makanan yang baik. Apalagi di Gaza. Jika makan­an yang diselundupkan di­ke­ta­hui oleh musuh, maka tidak ada makanan untuk hari itu,” paparnya.

Ia juga berharap umat muslim dan masyarakat Indonesia pada umumnya turut merasakan penderitaan yang dialami warga Palestina. “Saya sampaikan di sini tentang pentingnya berinfak khususnya bagi saudara-saudara kita di Palestina supaya mereka dapat merasakan hidup yang layak sebagaimana layaknya orang hidup,” imbaunya.

Asep Muksin Lc MUd, perwakilan dari Lembaga Studi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan mengapresiasi kedatangan Syekh Mustaha Hussein Muteir di Umtas. Ia juga berharap apa yang disampaikan bisa menjadi motivasi bagi yang mendengarkan. Sehingga turut mengulurkan tangan untuk membantu sesama. “Semoga apa yang beliau sampaikan mendorong kita untuk terus membantu saudara-saudara kita di Palestina. Hingga mereka mendapatkan kemerdekaannya,” tuturnya. (mg2/rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.