Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.3%

7.2%

70.4%

Pegiat dan Pelaku Seni Kota Banjar Terimbas Dampak Covid-19, Ini Harapannya..

164
0
TERDAMPAK. Pelatih Perisai Diri Abu Latif berjualan. dia menyebut pegiat seni tradisional terdampak wabah Covid-19.
TERDAMPAK. Pelatih Perisai Diri Abu Latif berjualan. dia menyebut pegiat seni tradisional terdampak wabah Covid-19.

BANJAR – Efek wabah virus corona atau Covid-19 sangat dirasakan masyarakat. Termasuk, para pegiat atau pelaku seni tradisional di Kota Banjar.

Sekretaris Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Banjar Alfin Nurhadi mengatakan, sejak wabah Covid-19 merebak, seni pencak silat berhenti beraktivitas.

“Sejak Februari sampai Juli kemarin, off dulu dan baru melaksanakan kegiatan latihan seperti biasa baru 2 mingguan,” ujar dia kepada wartawan, Jumat (14/8).

Pihaknya akan berkolaborasi dengan para pegiat seni lainnya membangun program dalam rangka pemulihan ekonomi. Karena di masa pandemi dampaknya masih terasa, apalagi job dari setiap kegiatan tidak ada sama sekali.

Baca juga : DinsosP3A Kota Banjar Dampingi Korban Percobaan Perkosaan

Tentu hal itu, kata dia, berdampak pada pendapatan dalam bertahan demi mencukupi kebutuhan hidup. Dan hampir rata-rata beralih profesi dulu misal seperti berjualan, ada yang berkuliner ataupun menawarkan jasa.

“Ya itu dilakukan untuk bertahan hidup, meski beberapa bulan ke belakang sempat mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun sekarang belum ada lagi,” tandasnya.

“Dengan adanya pemulihan ekonomi, kami pun mengharapkan ada stimulan yang bisa didapat. Baik itu secara organisasi, kelompok ataupun individu,” ujarnya.

Pegiat musik akustik Kota Banjar Evan mengaku pandemi Covid-19 berdampak pada penghasilan, karena job atau kegiatan biasa manggung terpaksa ditunda sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

“Kita berharap ke pemerintah daerah ada kepedulian terhadap para pegiat seni tradisional di Kota Banjar, di tengah pandemi saat ini minimal adanya bantuan stimulan pemulihan ekonomi,” jelasnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.