Pegiat Seni & Budaya Kota Tasik, Berekspresi di Tengah Pandemi

74
0
TAMPIL. Karinding Sekar Bangbara saat tampil dalam Gelar Apresiasi Seni Kota Tasikmalaya di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya Kamis (22/10).  Firgiawan / Radar Tasikmalaya

DADAHA – Antusiasme pegiat seni dan budayawan pada Gelar Apresiasi Seni Kota Tasikmalaya 2020 yang diselenggarakan Disporabudpar bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) tinggi.

Mengingat, selama ini dunia pertunjukan seolah ‘cuti’ karena terbatasnya aktivitas di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga : Budi Sidak Fly Over di Lingkar Utara Kota Tasik, Ini Sejarah & Harus Selesai 2020

Salah seorang penampil dari Symphony Chamber Orchestra, Bunga Reyza mengaku bersyukur bisa kembali manggung setelah beberapa bulan vacuum.

Ia bersyukur, pemkot dan DKKT bisa menyiasati kondisi pandemi tanpa mematikan ruang ekspresi pelaku seni dan budaya Kota Tasikmalaya.

“Saya bersyukur dan berterima kasih pemkot masih sempat mengadakan acara setelah berbulan-bulan lamanya terkendala Covid-19,” ungkapnya disela pertunjukan, Kamis (22/10).

Menurutnya, pandemi melumpuhkan sejumlah aktivitas. Tetapi, bagi para pegiat seni bukan menjadi alasan untuk berkreasi. Salah satunya menyesuaikan protokol kesehatan ketika jumlah apresiator terbatas.

“Tadi (kemarin, Red) pun disiarkan langsung melalui Youtube dan Instagram. Karena tamu yang bisa masuk ke lokasi sangat terbatas, dalam upaya menjaga protokol kesehatan,” tutur talent besutan Symphony Music School tersebut.

Penikmat seni, Herniawan Obech mengapresiasi upaya sejumlah kalangan yang memprakarsai kegiatan itu. Mengingat, saat ini berbagai aktivitas, baik live music di kafe atau bahkan konser sudah menjadi hal mustahil diselenggarakan di masa pandemi Covid-19.

“Ini setidaknya dapat mengobati kehausan kami akan pertunjukan dan pagelaran seni budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya Hadian mengakui enam bulan lebih seniman dan budayawan vakum mentas.

Melalui event tersebut, kata dia, setidaknya pegiat seni dan budaya bisa mengekspresikan karya masing-masing, tetapi dalam koridor protokol kesehatan. “Karya rekan-rekan luar biasa, mohon maaf tidak semua penonton bisa masuk karena ada pembatasan penonton dari kapasitas gedung,” ucapnya.

Ia menjelaskan pada kesempatan tersebut sejumlah sanggar dan komunitas tampil menghibur khalayak.

Baca juga : Tiba di Kota Tasik, si Kembar Ziarah Makam Ibunya, Treni Terpisah Sejak Bayi

Mulai dari Komunitas Cermin, Kacapi, Tari Kirana Sarimbit, Marawis Uswatun Hasanah, Karinding Sekar Bangbara, Musikalisasi Puisi Bujangga Manik, Khalifah in Rock, Kalam Nada Band, Cleopatra Band, Gaijin, Impala Band serta Symphony Chamber Orchestra.

“Semoga upaya kami bersama semua pihak yang mendukung, bisa sedikitnya mengobati rasa rindu dalam berekspresi dan pertunjukan seni budaya,” harap Hadian. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.