Komisi I: Asesmen Harus Profesional

Pejabat Eselon II Pemkab Tasik Pensiun Masal

581
0

SINGAPARNA – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat ada 10 pejabat eselon II yang akan pensiun pada tahun 2018-2019. Tiga pejabat pensiun tahun ini, tujuh lainnya pada 2019.

Kepala BKD Kabupaten Tasikmalaya Drs H Iin Aminudin MSi mengatakan Pejabat Eselon II yang akan pensiun tahun 2018 di antaranya:

1. Asisten Administrasi Umum                                         H Atik Sobari SH MH,
2. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD)   H Oyeng Maryana
3. Kepala Dinas Sosial                                                     dr Oki Zulkifli.

Sedangkan untuk yang pensiun tahun 2019 di antaranya:

1. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan          H Kundang Sodikin
2. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan             I Sutiaman
3. Sekretaris DPRD Kabupaten Tasikmalaya            Hj Nia Kurniati
4. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan          H Cece Suryaman
5. Kepala Disparpora                                            Drs Asep Saeful Bachri MSi
6. Kepala Bappeda Kabupaten Tasikmalaya             Ir Henry Nugroho
7. Kepala Pelaksana BPBD                                     EZ Alfian.

“Sebanyak 10 orang pejabat eselon II pensiun dalam kurun waktu dua tahun ini,” kata Iin kepada Radar Minggu (20/5).

Iin menuturkan, dengan banyaknya eselon II yang pensiun harus segera diantisipasi secepatnya. Karena, jabatan tersebut sangat strategis dalam menunjang visi misi kepala daerah.

Akan tetapi, pihaknya optimis meski pejabatnya pensiun, tidak akan mengganggu berjalannya roda pemerintahaan. “Untuk sementara akan diisi oleh pelaksana tugas dulu,” ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, kata Iin, pihaknya sudah merumuskan mengisi kekosongan jabatan yang ditinggal pensiun. “Kita sedang menyiapkan asesmen atau seleksi bagi pejabat yang bisa mengisi jabatan eselon II,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Arif Rachman mengatakan banyaknya pejabat eselon II yang pensiun dalam dua tahun ini harus segera diantisipasi secepatnya dengan membentuk panitia seleksi (pansel).

“Pansel juga harus profesional dalam seleksinya jangan asal. Sehingga pejabat yang diposisikan sesuai dengan kemampuannya,” katanya

Komisi I akan segera mengingatkan kepada pemerintah agar segera mempersiapkan pergantian eselon II yang pensiun. Sehingga kekosongan itu tidak asal mengisi dan sesuai dengan latar pendidikannya.

“Nanti saya akan sarankan pelaksanaan asesmen supaya jauh-jauh hari, sehingga pada pelaksanaannya matang,” jelas dia.

Pihaknya juga akan menyarankan untuk melakukan rotasi bagi pejabat eselon II yang sudah menjabat lebih dari lima tahun pada dinas tersebut.

(ujang nandar)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.