Pekan Depan, Pengguna yang Diretas akan Diberitahu

89

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Cambridge Analytica (CA) tidak hanya mengambil informasi pribadi para pengguna Facebook di Amerika. Pengguna Facebook di berbagai negara lainnya juga terkena dampaknya.

Di Asia, ada 3,6 juta penduduk yang datanya diambil secara ilegal oleh CA. Termasuk diantaranya Indonesia.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Facebook Rabu (4/4), ada satu juta lebih data pengguna di Indonesia yang telah diambil oleh CA. Indonesia masuk posisi ketiga setelah Amerika Serikat (AS) dan Filipina.

Jumlah data secara keseluruhan yang berhasil diambil oleh CA juga jauh lebih banyak dibanding dugaan awal yang hanya 50 juta.

Berdasarkan perkiraan Facebook, CA telah mengambil 87 juta data pengguna. Data itulah yang disalahgunakan CA untuk mempengaruhi publik demi memuluskan jalan kemenangan Donald Trump di pilpres AS 2016 lalu.

BACA JUGA : Data 1 Juta Pengguna Facebook Indonesia Bocor, Warga Diminta Puasa Medsos

Mulai pekan depan, Facebook akan memberitahu masing-masing orang yang datanya telah dicuri oleh CA.

Perusahaan yang berbasis di California, AS itu saat ini memperketat akses data agar skandal CA tidak terulang.

Aplikasi yang ingin mengakses grup maupun halaman harus mendapat izin dari Facebook. Selain itu, aplikasi yang telah diberi izin juga tidak bisa melihat identitas para pengguna di dalamnya.

Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg mengungkapkan bahwa skandal CA itu tidak membawa dampak besar terhadap jumlah pengguna maupun penjualan iklan.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa jika orang-orang tidak senang dengan perusahaannya maka itu tidak baik untuk ke depannya.

Suami Priscilla Chan itu menegaskan bahwa dia siap disalahkan atas kebocoran data yang membuat para pengguna, pengiklan dan legislator berang itu.

(sha/jpg)

loading...