Pekan Paralympic Wadahi Potensi Olahraga Difabel

62
0
CATUR. Siswa SLB mengikuti Pekan Paralympic Pelajar Kota di GGM Dadaha Kota Tasikmalaya Selasa (10/12). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Organisasi olahraga difabel, National Paralympic Comitte Indonesia (NPCI) Kota Tasikmalaya menggelar Pekan Paralympic Kota (Peparkot) dan Pekan Paralympic Pelajar Kota (Peparpekot) di Kompleks Olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya Senin-Kamis (9-12/12).

Kegiatan yang diikuti 130 peserta ini terdiri dari lima cabang olahraga yaitu bulu tangkis, catur, tenis meja, angkat berat dan atletik.

Ketua Panitia Peparkot dan Peparpekot NPCI Kota Tasikmalaya Ruhiyat mengatakan, kegiatan Peparkot dan Peparpekot di Kota Tasikmalaya dapat memberikan akses bagi kaum difabel untuk berkarya, mengekspresikan diri dan mencetak prestasi di berbagai bidang termasuk dalam bidang olahraga.

“Menunjukkan bahwa disabilitas bisa untuk berprestasi di setiap cabang olahraga. Hal ini sebagai wujud memberdayakan sumber daya manusia (SDM) dalam memberikan hak-hak yang sama,” kata dia kepada Radar, Selasa (10/12).

Di samping itu, lanjutnya, kegiatan ini sebagai ajang mencari bibit prestasi di kalangan penyandang disabilitas yang akan dipersiapkan untuk kejuaraan-kejuaraan yang lebih tinggi baik tingkat provinsi ataupun nasional.

Apalagi Kota Tasikmalaya akan menjadi tuan rumah kegiatan Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2022 dan Pekan Paralympic Daerah (Peparda) 2022 serta mempersiapkan ke Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Perpada) 2020.

“Junjung sportivitas dan raih prestasi setinggi mungkin dengan semangat pantang menyerah untuk menuju Peparda 2022 di Kota Tasikmalaya dan Peparpeda 2020 di Bandung,” ujar dia.

Wakil Sekretaris NPCI Kota Tasikmalaya mengatakan, kompetisi ini untuk menggalang dan menjalin persatuan dan kesatuan antar insan olahraga penyandang disabilitas di Kota Tasikmalaya. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi olahraga difabel dan memberi perlindungan kepada anggota dan atlet penyandang disabilitas.

“Kekurangan bisa menjadi kelebihan, jadi para disabilitas itu bisa berkompetisi dalam cabang olahraga dan mampu berprestasi,” katanya.

Kepala Bidang Pemuda Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tasikmalaya H Nanang Suhara mengapresiasi penyelengaraan Peparkot dan Peparpekot pertama tersebut, sebab para atlet difabel ini mampu menunjukkan bakat dan minatnya di bidang olahraga.

“Para atlet difabel ini bisa berprestasi di bidang olahraga, nantinya mereka bisa berbaur dengan masyarakat sehingga akan timbul percaya diri,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan. Nantinya ada suatu komunitas sebagai ajang bertemu dan bersosialisasi. “Lewat organisasi NPCI ini, semoga bisa memberikan ruang komunitas olahraga untuk penyandang difabel agar mereka dapat mempunyai hak yang sama untuk menggunakan fasilitas dari pemerintah,” katanya. (riz)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.