Pekerja Diwajibkan Ikut BPJS Ketenagakerjaan

258
0
RAPAT. Kepala Disnakertrans Garut Raden Tedi (dua kiri) menyerahkan surat tugas kepada tim percepatan peserta BPJS Ketenagakerjaan di salah satu rumah makan di Kecamatan Cilawu Kamis (18/7). Yana Taryana / Rakyat Garut

CILAWU – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut akan mewajibkan pekerja di seluruh perusahaan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Hal itu dilakukan supaya para pekerja mendapatkan jaminan dan perlindungan dalam pekerjaannya.

“Sudah diwajibkan kepada semua perusahaan (ikut BPJS Ketenagakerjaan). Imbauannya sudah kami sebar juga,” ujar Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut Raden Tedi usai rapat dengan tim percepatan peserta BPJS Ketenagakerjaan di salah satu rumah makan di Kecamatan Cilawu Kamis (18/7).

Meski sudah diimbau, belum seluruh perusahaan mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Maka dari itu pihaknya membentuk tim percepatan untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. “Tim ini terus bergerak di lapangan. Alhamdulillah ada kenaikan yang cukup signifikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini seluruh pekerja menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Tedi menerangkan saat ini total pekerja penerima upah yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sekitar 30 ribu. Jumlah tersebut memang belum seluruh pekerja menjadi peserta.

Selain pekerja penerima upah, pihaknya juga mewajibkan seluruh pekerja bukan penerima upah, dalam hal ini petani, tukang ojek, nelayan ataupun pedagang bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Kalau petani, tukang ojek ataupun para pekerja lainnya ketika kecelakaan semua pengobatan ditanggung. Ketika meninggal juga dapat santunan,” katanya.

Dengan banyaknya manfaat itu, para pekerja maupun yang mendapatkan upah maupun tidak itu wajib ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Keikutsertaan ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011, jadi seluruh pekerja wajib ikut,” ujarnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis Garut Cecep Hendra mengatakan berharap dengan adanya tim percepatan pekerja di Kabupaten Garut, baik yang menerima upah maupun yang tidak menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Kalau sudah menjadi peserta, para pekerja ini akan dapat perlindungan dalam pekerjaannya,” katanya.

Dia mengatakan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya untuk para pekerja yang tidak mendapatkan upah, itu hanya membayar premi per bulannya Rp 16.800. Dengan biaya tersebut, bisa mendapatkan jaminan kematian dan kecelakaan. “Ketika mengalami kecelakaan, biaya pengobatan seluruhnya ditanggung. Ketingga meninggal, dapat santunan juga. Jadi sangat bermanfaat sekali,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.