Pekerjaan Rumah Menghadapi Porda

57
0
PERLU TAMBAHAN FASILITAS. Fasilitas penunjang di kompleks Olahraga Dadaha perlu dilengkapi, apalagi Kota Tasikmalaya akan menjadi tuan rumah Porda Jabar 2022. (Firgiawan / radartasikmalaya.com)
Loading...

CIHIDEUNG – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Kompleks Olahraga Dadaha menghadapi sejumlah pekerjaan rumah untuk menghadapi Porda Jabar 2022 di Kota Tasik.

Kepala UPTD Pengelolaan Kompleks Dadaha Gumilang Herdis menyebut pihaknya dihadapkan sejumlah pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Seperti minimnya fasilitas penunjang aktivitas di Dadaha, semisal tempat pembuangan sampah, toilet, penerangan, area khusus parkir dan lainnya.

“Termasuk ada beberapa venue atau sarana olahraga yang kondisinya perlu dilakukan pembenahan. Seperti lapangan bola voli,” ucapnya, Jumat (14/6).

Untuk pengelolaan sejumlah objek di Dadaha juga belum seluruhnya diserahkan kewenangannya dari instansi terkait kepada UPTD. Contohnya, kata dia, taman yang berada di kawasan hijau area tersebut.

“Itu masih melekat pada instansi terkait. Kami kesulitan dalam melakukan perbaikan atau pemeliharaannya,” kata dia.

Untuk optimalisasi pengelolaan sarana tersebut, kata dia, diharapkan instansi terkait dapat menyerahkan kewenangannya terhadap UPTD. Namun, apabila tidak dapat diserahkan tanggungjawab pengelolaannya, harus ada perhatian khusus dalam menjaga keasrian area Dadaha sebagai salah satu kawasan hijau di pusat kota.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Bidang Pertamanan Dinas Perwaskim. Mereka pada dasarnya tidak keberatan apabila pengelolaan taman-taman di wilayah Dadaha kami yang tangani,” ucapnya menceritakan. Hal lainnya, kata Gumilang, yakni keberadaan pengelolaan sampah di wilayah kompleks. Tepatnya di samping Taman Dadaha.

Loading...

“Sudah barang tentu keberadaan tempat pengelolaan sampah di Dadaha tak sejalan dengan fungsi kompleks sebagai sarana olah raga. Keinginan kami supaya pengelolaan sampah tersebut bisa dialihkan ke lokasi lain yang sesuai dengan peruntukannya,” harap dia.

Dia menambahkan UPTD melalui Disporabudpar mengusulkan  pemagaran kompleks sepanjang 1.500 meter. Dananya bersumber dari bantuan Kemenpora.

“Ini sudah kita rancang semoga dapat terealisasi. Salah satu upaya kami menjaga keamanan dan kenyamanan kompleks,” ucapnya.

Sementara itu, pengunjung Dadaha Lani Adinda Fitri (29) mengatakan perlu sarana pelengkap di Kompleks Dadaha. Salah satunya toilet umum di titik tertentu yang kerap disinggahi pengunjung.

“Kita harus cari masjid, atau ke salah satu gedung di sini. Sebab, tidak ada toilet di outdoor padahal ini ruang terbuka,” kata dia.

Pengunjung lainnya, Ilham Nurfikri (32) mengatakan Pemkot perlu memperbanyak tempat pembuangan sampah (TPS) di titik tertentu yang sering digunakan pengunjung. Sehingga, bisa dengan tertib ketika membuang sampah apabila tempat sampah disediakan di banyak tempat.

“Ini kan sarana olah raga, jadi harus bersih dan sehat. Salah satu upayanya perbanyak TPS atau apa pun untuk memudahkan pengunjung membuang sampah,” ujarnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.