Pelajar Jadi Sasaran Penjualan Excimer

100

MANGUNREJA – RN (20), warga Kampung Sindangsari Desa Pancawangi Kecamatan Pancatengah diamankan Sat Narkoba Polres Tasikmalaya saat akan membawa paket narkoba jenis excimer di tempat jasa pengiriman barang wilayah Kota Tasikmalaya.

Dari penangkapan tersebut, Polres Tasikmalaya berhasil mengamankan barang bukti dari pelaku sebanyak 2.000 butir pil excimer berwarna kuning yang masih terbungkus paket. Paket ini dipesan oleh pelaku dari Jakarta melalui jasa pengiriman barang.

Plh Kapolres Tasikmalaya AKBP Sunarya SIK mengatakan, awal terbongkarnya pengiriman excimer lewat jasa pengiriman barang, setelah Sat Narkoba menerima laporan dari JNE pusat di Jakarta soal adanya pengiriman barang haram ke wilayah Tasikmalaya.

“Informasi yang kita dapat, dari JNE pusat bahwa ada pengiriman paket yang di dalamnya obat terlarang tujuan ke Tasikmalaya. Dari informasi itu, anggota lalu melakukan penelusuran dan penyelidikan terhadap alamat pemesan obat. Anggota menunggu pemesan obat tersebut di tempat pengiriman barang dan langsung mengamankannya,” ujarnya kepada wartawan saat ekspose di Mako Polres Tasikmalaya, Kamis (15/8).

Kata dia, pembelian obat terlarang lewat jasa pengiriman barang, merupakan modus baru di Tasikmalaya. Karena biasanya pembelian barang haram ini dilakukan dengan saling bertemu antara pengedar dengan pembeli.

Berdasarkan keterangan pelaku, kata dia, barang haram tersebut rencananya akan dijual kembali dengan sasaran pasarnya adalah pelajar dan para pemuda di kampung halamannya.

“Pelaku dijerat Pasal 196 junto 198 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal diatas 10 tahun dengan denda Rp 1 miliar,” katanya.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya AKP Ngadiman SH menambahkan, mengedarkan obat terlarang jenis excimer melanggar aturan farmasi termasuk Undang-Undang tentang Kesehatan. Karena excimer termasuk golongan obat keras dan tidak diper­jual belikan bebas. “Intinya kita kem­bang­kan pengungkapan kasus ini, karena pengakuan pelaku dapat obat terlarang tersebut dari orang Jakarta,” ujarnya. RN (20), mengaku excimer akan dijual kembali kepada para pelajar dan pemuda di daerahnya. “Saya kemarin pesan 2.000 excimer, seharga Rp 1,8 juta. Mau dijual lagi, per butir Rp 7.500 ke pembeli. Saya juga pakai, selain menjual,” ucapnya.

Selain mengamankan pelaku pe­nge­dar obat terlarang, Sat Nar­koba Polres Tasikmalaya juga berhasil menjaring ratu­san botol miras berbagai jenis da­lam rangka operasi cipta kondisi yang dilakukan menjelang Idul Adha. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.