Pelajar Kalah Berkelahi, Bapaknya Ikutan lalu Musuh Anaknya Mati

1403
OLAH TKP. Polisi sedang mendengarkan kesaksian salah seorang warga dan melakukan olah tempat kejadian perkara di Kampung Kebon Salak Desa Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (8/3). istimewa

TASIK – Seorang pelajar, Fauzi Abdul Aziz (16) meninggal usai berkelahi dengan pria dewasa berinisial TM (49) Kamis malam (7/3). Polisi telah mengotopsi jasad pemuda asal Kampung Cinangsi RT/RW 013/003 Desa Ciawang Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya itu.

Sebelumnya menghembuskan napas terakhir, Fauzi sempat mendapatkan perawatan di RS SMC Tasikmalaya. Kepala bagian belakang remaja itu membentur benda keras. Dia terjatuh usai dipukul TM.

Kanit Reskrim Polsek Singaparna Iptu Wahyu Hidayat mengatakan pihaknya menerima laporan tentang kasus tersebut setelah korban berada di RS SMC Singaparna.

“Saat kami cek, korban mengalami luka parah dan memerlukan rujukan ke rumah sakit yang perlengkapannya medis mumpuni,” kata Wahyu kepada Radar di Kamar Mayat RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya kemarin.

Fauzi

Informasi dari saksi, kata Wahyu, sebelum meninggal, Fauzi dan G berkelahi. Saat itu, G kalah banyak dengan teman Fauzi.

“G kemudian memberi informasi kepada ayah dan kakaknya. Lalu TM mendatangi Fauzi dan terjadi keributan. Saat itu, korban didorong kepalanya. Kemudian dipukul dan terjatuh hingga kepala bagian belakangnya menghantam batu di jalan,” tuturnya.

Hal itu membuat Fauzi tidak sadarkan diri. Kemudian teman-teman korban membawanya ke RS SMC. “Kejadian mereka berkelahi sekitar pukul 19.50. Sedangkan teman dan keluarga Fauzi laporan pukul 22.00,” tuturnya.

Baca Juga : Sebelum Terlibat Keributan, Fauzi Berniat Membantu Temannya

Salah seorang saksi mata, Wahyuni mengatakan, TM melihat anaknya G ribut dengan Fauzi. Diduga untuk melindungi anaknya, TM pun terlibat keributan dengan korban.

“Bapaknya (TM, Red) lihat anaknya berkelahi dengan Fauzi, terjadilah saling pukul. Berkelahi. Hingga korban (Fauzi, Red) terjatuh,” ujar salah seorang saksi mata Wahyuni di lokasi kejadian. Jumat (8/3).

Keributan tersebut terjadi di kampung halaman G di Kampung Kebon Salak Desa Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Korban saat itu datang bersama teman-temannya.

Perkelahian tersebut berlangsung singkat. Fauzi tak sadarkan diri. Dia dibawa teman-temannya ke RS SMC Tasikmalaya. Diduga Fauzi mengalami luka di bagian kepala belakang. Usai roboh dipukul, kepalanya menimpa batu besar di dekat saluran air.

”Fauzi meninggal di rumah sakit sekitar jam 24.00. Dia masih sekolah di SMK,” ujar kakak Fauzi, Dian Setiawan yang ditemui di Kamar Mayat RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya kemarin.

Dian mengaku tidak mengetahui pasti apa yang menjadi permasalahan, sehingga adiknya dianiaya oleh TM. “Dan saya juga tahu setelah terjadi perkelahian,” katanya.

Informasi yang diterimanya, Fauzi dipukuli oleh tiga orang di lokasi tersebut. Setelah itu, adiknya tidak sadarkan diri. “Selanjutnya dibawa ke rumah sakit dan sekitar pukul 21.30 lebih adik saya meninggal, langsung di bawa ke sini (RSUD dr Soekardjo, Red),” katanya.

Dian menjelaskan Fauzi merupakan adik keempat dari lima bersaudara. “Anaknya pendiam dan jarang keluar rumah, bahkan bila bermain dengan teman-temannya selalu di rumah nenek saya,” ujar dia.

Dian pun meminta tersangka penganiaya adiknya dihukum setimpal sesuai aturan yang berlaku. “Kalau bisa, nyawa dibayar nyawa,” tandasnya.

Polisi pun langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), sejumlah saksi dimintai keterangannya. Selain itu, polisi mendokumentasikan TKP dan mengamankan sebongkah batu.
Sementara itu TM (49) mengelak tuduhan menjadi penyebab tewasnya Fauzi.

Dia mengaku hanya membela anaknya (G) yang sempat dianiaya teman Fauzi. Menurut TM, justru Fauzi dan temanya-temanya menantang hingga terlibat perkelahian.

”Saya emosi lihat anak saya lari, ngaku dipukuli teman korban. Spontanitas naluri kebapakan saya keluar dan saya hadapi mereka,” ujar TM dilansir dari detik.com.

Meski terlibat adu jotos, menurut TM, korban justru tak sadarkan diri akibat terjatuh dan kepala belakang membentur batu besar.
“Dia (Fauzi) tak sadarkan dirinya setelah jatuh. Kepalanya kena batu. Sebelumnya dia melawan dan pukul saya juga” paparnya. Kini, TM telah diamankan di Polres Tasikmalaya.

Sementara itu, kemarin jenazah Fauzi diotopsi oleh Tim Forensik dari Polda Jawa Barat di RS dr Soekradjo Kota Tasikmalaya. Otopsi dipimpin dr Fahmi Arief Hakim SpF.

Namun, hasil otopsi belum bisa diketahui karena menunggu pendalaman lebih lanjut.  “Intinya korban mengalami luka, untuk detailnya baru bisa diketahui seminggu ke depan,” tutur Fahmi. (ujg)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.