Pelajar Tasikmalaya Waswas LGBT

282
0
Siti Aisyah / Radar Tasikmalaya TOLAK LGBT. Para pelajar, santri dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya melakukan aksi freeze mob menolak LGBT di kawasan Gedung Bupati (Gebu) Tasikmalaya, Minggu (31/12/2017).

SINGAPARNA – Puluhan pelajar SMA, santri, dan masyarakat mengadakan freeze mob atau aksi massa tanpa dialog untuk menolak lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di kawasan Gedung Bupati (Gebu) Tasikmalaya, Minggu (31/12/2017). Aksi mereka diperkuat aliansi peduli anak bangsa yang terdiri Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dan Generasi Madani Tasikmalaya (GMT).
Koordinator Lapangan Freeze Mob Muhammad Abdul Rofi’ulmuiz mengatakan aksi massa tanpa dialog itu sebagai bentuk keresahan masyarakat. Utamanya kalangan orang tua yang khawatir anak-anaknya ikut terjerumus LGBT. “Selain itu menyebarnya informasi yang disampaikan media nasional bahwa pelaku LGBT di Tasikmalaya yang terdata mencapai 3.000 orang,” ungkap Rofi, Senin (1/1).
Freeze mob itu, kata dia, juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan ancaman LGBT. Kaum LGBT semakin berani menampakkan eksistensinya di muka umum.
“Aksi itu kita lakukan dalam bentuk freeze mob, tebar bunga dan tebar release informasi terkait bahayanya LGBT kepada para pengunjung gebu. Dengan demikian setidaknya masyarakat menyadari ancaman yang menyerang para remaja. Sehingga bisa bersama melakukan antisipasi dengan pendidikan dan pembinaan keluarga yang lebih baik,” ujarnya.
Adapun upaya untuk melindungi remaja dari LGBT itu menekankan tidak pada narkoba, pergaulan bebas, sex bebas dan lainnya. Maka dari itu, pembinaan akhlak, ilmu dan keimanan penting dilakukan sebagai benteng moral. Hal ini bisa dimulai dari dalam keluarga. “Target kita masyarakat sadar dan tahu bahwa ancaman LGBT semakin luas. Dengan kesadaran tersebut di samping menjadi lebih mawas diri terhadap aksi-aksi yang dilakukan pihak-pihak pelaku LGBT juga agar mencegah untuk terjerumus ke dalamnya. LGBT ini bukan HAM yang harus dilindungi. Tapi sesuatu yang menyimpang dan harus diluruskan,” ungkapnya. (ais)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.