Pelajar Tewas Tersambar Kereta

2989
1
JADI TONTONAN. Petugas Polsek Indihiang ketika mengevakuasi jenazah Ikhsan yang tewas terserempet kereta api (KA) Minggu (11/8). Rangga Jatnika/ Radar Tasikmalaya

TASIK – Seorang pelajar warga Kampung Mekarjaya Desa Mekarwangi Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya bernama M Ikhsan Sawaludin (15) terserempet kereta api (KA), Minggu (11/8). Remaja tersebut diketahui sudah tidak bernyawa.

Wakil Kepala Stasiun Tasikmalaya Budi Hartono mengatakan sekitar pukul 09.00, dia mendapat laporan dari Masinis. Kereta yang dibawanya menyerempet seseorang di Km 263+8 tepatnya di belakang SPBU Jalan Ibrahim Adjie Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya “Kami dapat laporan ada orang yang terserempet,” ungkapnya saat ditemui di tempat kerjanya kemarin.

Dari penjelasan yang diterima dari masinis, kata Budi, saat kereta melintas Ikhsan dalam kondisi jongkok di pinggiran rel. Di lokasi tidak ada orang lain selain korban. “Posisi di pinggir rel, jongkok,” tuturnya.

Pihaknya langsung melaporkan kejadian itu ke aparat kepolisian. Jajaran Polsek Indihiang pun mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal itu memancing perhatian warga yang langsung ikut melihat lokasi.

Namun, pihak kepolisian tidak menemukan ada kartu identitas dan sejenisnya. Jenazah kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo untuk divisum. Karena diketahui tulang tengkorak Ikhsan remuk.

Sementara, keluarga korban baru mengetahui setelah fotonya viral di media sosial. Pakaian yang dikenakan remaja tersebut merupakan seragam sebuah klub motor milik kakaknya.

Bibi korban, Oneng Siti Marliah (51) mengatakan terakhir kali Ikhsan terlihat yakni hari Sabtu (10/8) sekitar pukul 14.00. Saat itu, dia pulang sekolah dan makan siang di rumah neneknya. “Habis ganti baju, dia pergi main,” ujarnya.

Malam takbiran, kata Oneng, Ikhsan tak kunjung pulang, bahkan salat ied pun remaja itu tak menunjukkan diri. Keluarga tidak curiga apapun dan mengira Ikhsan menginap di rumah temannya. “Karena beberapa kali enggak pulang dua hari, menginap di rumah temannya,” kata dia.

Oneng pun kaget saat diberi tahu ada mayat mirip Ikhsan yang ditemukan di rel kereta api. Dia dan saudaranya langsung datang ke lokasi lalu ke kamar mayat dan dipastikan bahwa jenazah merupakan Ikhsan. “Baju yang dipakainya itu punya kakaknya,” ucap Oneng.

Disinggung keseharian Ikhsan, Oneng tidak melihat ada gelagat aneh. Bahkan dia terlihat lebih betah dibanding ketika berada di Bandung bersama orang tuanya. “Kan pernah sekolah sambil pesantren di Bandung, lalu pindah ke Tasik,” ujarnya.

Di Tasikmalaya, Ikhsan tinggal di rumah neneknya. Kedua orang tuanya merantau ke Bandung berjualan. Kemarin, Oneng menghubungi kedua orang tuanya supaya datang ke RSUD sebelum jenazahnya diambil dan dikebumikan. (rga)

1 KOMENTAR

  1. Jangan biasakan melakukan aktivitas di sekitar rel kereta api. Dalam UU No 23 tahun 2007 telah dijelaskan bahwa kawasan tersebut harus steril dari berbagai kegiatan karena dapat membahayakan keselamatan baik keselamatan warga maupun perjalanan kereta api

  2. loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.