Warga Masih Merasa Cemas, Pendapatan Ojek Online Menurun

Pelaku Begal Mulai Terdeteksi

692

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Polres Tasikmalaya Kota mulai mendapat titik terang mengungkap kasus maraknya aksi begal di Ta­sik­malaya. Mas­ya­rakat pun diminta tenang dalam menyikapi beberapa kasus pencurian dengan kekerasan tersebut.

Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota Kompol Gandi Jukardi SH MH mengatakan meski kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Namun pihaknya sudah mendapat beberapa petunjuk yang tidak bisa dipublikasikan.

“Masih dalam penyelidikan tapi kami sudah dapat titik terang (petunjuk, Red),” ungkapnya kepada Radar, Rabu (15/8).
Untuk itu, dia mengimbau masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa me­ngesampingkan kewaspadaan.

Karena selain tindakan represif, polisi melakukan tindakan preventif untuk mencegah kasus serupa terulang kembali. “Kami terus berpatroli untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, masyarakat Tasikmalaya mengaku masih cemas ketika berkendara di malam hari, terutama jika harus melintas di jalan sepi. Bahkan ada juga yang tidak mau ambil risiko dengan memilih berdiam diri di rumah.

Seperti diutarakan Cindy Fera (22), warga Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya yang sering pulang pergi ke Kota Tasikmalaya. Dia mengaku menjadi paranoid ketika pulang di malam hari. ”Kalau kemalaman di sini (Kota Tasik, Red) lebih baik numpang nginap di rumah teman, takut kalau harus pulang malam,” ungkapnya yang ditemui sekitar Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Dia pun berharap polisi segera menangkap semua komplotan jalanan itu, supaya masyarakat lebih tenang. Karena selama mereka berkeliaran, kekhawatiran menjadi korban akan terus menghantui. “Mudah-mudahan cepat ditangkap pelakunya dan dihukum seberat-beratnya supaya kapok,” tuturnya.

Hal sama dikatakan seorang driver ojek online Fikry Akmal (21). Menurutnya, fenomena begal sangat meresahkan dia dan rekan-rekannya yang sering mendapat orderan di malam hari. “Jadi mikir dua kali kalau ada orderan malam, apalagi kalau jaraknya lumayan jauh,” ujar warga Jalan Ampera Kecamatan Cipedes itu.

Maraknya begal, kata dia, berdampak kepada penghasilannya sehari-harinya yang menurun drastis, karena keuntungan orderan di malam hari lebih besar. Namun demikian, dengan kondisi ini risikonya pun lebih besar dari biasanya. “Mending cari aman saja, karena orderan malam rata-rata tujuannya ke wilayah pelosok,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, jajaran Polres Tasikmalaya Kota pun tidak tinggal diam. Korps berbaju coklat itu bertekad menangkap pelaku begal. ”Kami sedang selidiki dan kami akan berusaha mengungkapnya (pelaku begal, Red),” ujar Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/8).

Febry menjelaskan beberapa kasus begal tersebut, kini sudah dalam penanganan Satuan Reskrim Polres dan Unit Reskrim masing-masing Polsek. Dirinya akan berupaya mengungkap dan menangkap pelaku yang sudah membuat keresahan itu.
“Saya tegaskan pelaku begal tidak akan hidup dengan tenang setelah melakukan aksinya,” tegas Febry.

Sebab, kata dia, pelaku begal akan dikejar rasa bersalah, karena menjadi target penangkapan aparat berwajib. “Jangan harap bisa lolos,” ungkapnya.

Untuk mencegah aksi begal kembali terjadi? Febry akan mengintensifkan patroli baik jajaran Polres maupun Polsek. Supaya ruang gerak pelaku kejahatan di jalan lebih dipersempit. “Saya minta masyarakat tenang, dan tetap selalu waspada,” tuturnya. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.