Pelaku Ekonomi Kreatif Dilatih

38
0
KREATIF. Kelompok seni siswa SLB Garut foto bersama usai tampil dalam kegiatan pelatihan cara mempresentasikan produk di Fave Hotel Jumat (8/3). Foto bawah, peserta dan pemateri menikmati penampilan dari kelompok seni siswa.Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberikan pelatihan cara mempresentasikan produk kepada ratusan ekonomi kreatif maupun pengusaha rintisan di Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut digelar di Fave Hotel Jumat (8/3).

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Syaifullah menerangkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan pelaku ekonomi kreatif dalam penyusunan pitch deck dan cara pitching di hadapan investor. “Bekraf hadir untuk memperbesar peluang pengusaha kreatif di Garut dalam mendapat investasi,” kata dia kepada wartawan kemarin.

Dengan pelatihan tersebut diharapkan nantinya bisa menambah peluang pelaku ekonomi kreatif dan pengusaha rintisan mengakses pembiayaan nonperbankan melalui cara presentasi dan menyajikan ide yang baik. “Selama ini permodalan masih jadi kendala pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjut dia, kegiatan Bekraf Ventura menjadi sarana membantu untuk bisa mengakses investor agar mau berinvestasi di Kabupaten Garut. Dengan adanya targetan itu, maka dalam pelatihan dihadirkan beberapa pemateri seperti Kepala Kantor Wilayah IV Jamkrindo Bandung Dodi Novarianto dan Direktur Utama PT Sarana Jabar Ventura Rahmat Fajar.

Kehadiran pimpinan perusahaan itu untuk memberikan informasi langsung dari sumber pembiayaan nonperbankan kepada ratusan pelaku ekonomi kreatif dan perintis usaha di Kabupaten Garut. “Kami hadirkan yang ahlinya, supaya pelaku ekonomi kreatif bisa mengetahui secara langsung bagaimana mendapatkan permodalan nonperbankan ini,” terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut Budi Gan Gan mengapresiasi kegiatan ini. Menurut dia, industri kreatif perlu terus didorong untuk terus berkembang.

Selama ini, kata dia, pemerintah kabupaten maupun pusat terus berupaya mendorong ekonomi kreatif membangun ekonomi Indonesia, khususnya Kabupaten Garut. “Seperti halnya produk kuliner burayot ini salah satu produk Garut yang terus dikembangkan. Bahkan burayot ini suka dikontrak oleh hotel sebagai sajian makanan khas,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.