Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.7%

8.2%

2.3%

24.4%

2.4%

46.4%

0.1%

15.4%

0%

Pelaku Korupsi Desa Sukahening Divonis 

56
0

SINGAPARNA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) sekaligus Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Yayat Hidayat SH membacakan tuntutan kepada UD dan FG dalam persidangan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Bantuan Keuangan Desa Sukahening, di Pengadilan Tipikor Bandung, Selasa (19/11).

UD yang merupakan kepala Desa Sukahening dituntut pidana penjara dua tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda sebesar Rp 50 juta. “Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti kurungan tiga bulan. Di samping itu UD dituntut pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 116.820.000 dan Rp 15 juta,” ujarnya kepada Radar, Selasa (19/11).

Yayat menambahkan, UD saat proses penyidikan dan persidangan telah mengembalikan seluruh kerugian negara yang dibebankan kepadanya, sehingga JPU memperhitungkan pengembalian kerugian tersebut sebagai uang pengganti. “Hal-hal yang meringankan terdakwa UD telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 116.820.000 dan Rp 15 juta,” katanya.

Kata dia, sedangkan terdakwa FG selaku anggota TPK dan pelaksana pembangunan TPT Lapang Jati dituntut pidana penjara enam tahun dan enam bulan serta membayar denda Rp 200 juta. “Apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan, selain itu JPU menuntut terdakwa FG pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 704.927.654,” jelas dia.

Lanjut dia, jika FG tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan setelah putusan pengadilan, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang. “Jika FG tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang  pengganti, maka dipidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan,” ujarnya.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Evelin Nur Agusta SH MH menambahkan, tuntutan untuk FG yang memberatkannya, di antaranya perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian negara. “Berbelit-belit dalam memberikan keterangan, tak mengakui perbuatannya, tak menunjukkan penyesalannya dan belum mengembalikan kerugian sebesar Rp 704.927.654 menjadi yang memberatkannya,” jelasnya.

Sedangkan hal-hal yang meringankan FG, tambah Evelin, terdakwa belum pernah dipidana dan terdakwa masih muda. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.