Pelaku Pembacokan Petani di Garut Terancam 15 Tahun Penjara

855
PEMBUNUHAN. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat press release di Mako Polres Garut Jumat (12/10). (yana taryana / radartasikmalaya.com)

KARANGPAWITAN – Ru (48), pelaku pembacokan nekat menusuk dan membacok korban karena emosi. Sebab air yang digunakan untuk menyiram tanaman di kebunnya kering akibat selokan disumbat korban.

“Saya sangat menyesali perbuatan ini. Waktu itu seperti terpengaruh setan. Waktu itu saya emosi sekali, jadi saya khilaf sampai membacoknya,” ujar pelaku saat press release di Mapolres Garut Jumat (12/10).

Dia menyesal, apalagi korban masih merupa­kan kerabatnya. “Mohon maaf, saya khilaf. Ini kesalahan saya dan siap mempertanggungjawabkan perbuatan saya ini,” katanya.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK mengatakan pertikaian antara korban dan pelaku karena masalah air.

Pelaku tidak terima saluran air yang biasa digunakan untuk menyiram tanaman ditutup oleh korban.

“Motifnya emosi karena saluran air ditutup korban, jadi aksi pembacokan hingga korban meninggal dunia dilakukan pelaku ini refleks saja,” ujarnya.

Budi menerangkan saat di­amankan pelaku tidak berontak dan menyadari perbuatannya.

“Kita amankan beberapa jam setelah kejadian di dekat rumahnya,” paparnya.

Untuk memper­tang­gung­jawabkan perbuatannya, pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolres Garut. Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Sebelumnya, Omas (37), seorang petani tewas dibacok oleh tetangga kampungnya usai rebutan air di sebuah kebun di Kampung Barukai Desa Karyamekar Kecamatan Pasirwangi sekitar pukul 11.30 Kamis (11/10). (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.