Pelaku Pembacokan Sopir Angkot di Garut Baru Satu Bulan Keluar Penjara, Pembacok Sopir Angkot Pernah Membunuh

380
0
Loading...

KARANGPAWITAN – Tersangka pembacok sopir angkutan kota (angkot) berinisial Tg (23) merupakan residivis kasus pembunuhan. Hal tersebut dikatakan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng.

Baca juga : Di Garut Ada Kerajaan Kandang Wesi, Begini Kata Sang Raja..

“Tersangka ini baru sebulan keluar dari Lapas Nusakambangan karena membunuh sopir angkot tahun 2014,” ujar Maradona kepada wartawan Senin (27/1).

Menurut dia, tersangka cepat keluar dari Lapas karena tidak mendapatkan hukuman maksimal. Saat membunuh sopir angkot, usia tersangka masih di bawah umur. “Dulu, tersangka ini divonis 10 tahun karena masih di bawah umur, hanya dijalani setengahnya,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan, kata dia, tersangka tersinggung akibat terkena ludah korban saat di dalam angkot. Sehingga pelaku yang sudah dalam pengaruh alkohol langsung menghantamkan golok yang dibawanya. “Jadi pelaku ini selalu membawa golok. Jadi ketika mukanya terkena ludah, langsung beraksi,” ujarnya.

Saat ini, seluruh alat bukti baik golok yang digunakan maupun tersangka sudah diamankan. Tersangka sekarang sudah ditahan dan dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Ancaman hukumannya lebih dari lima tahun penjara.

Sementara itu, Tg (23) mengaku punya niat untuk menghabisi nyawa korban ketika mukanya terkena ludah. “Jujur pak, saya ada niat si iyeu (korban) dipeuncit ku aing (saya sembelih),” ujarnya di Mapolres Garut kemarin.

Loading...

Baca juga : Di Garut, Usai Pesta Miras, Pria Ini Gorok & Bacok Teman

Menurut dia, niatan tersebut muncul sejak dirinya sakit hati saat Ade (korban) meludah ke mukanya beberapa kali. Dia berencana akan menggorok leher korban sebelum turun dari angkot menggunakan golok yang selalu dia bawa. “Si iyeu (korban) ngejago. Saya sudah coba sabar,” kata Tg.

Aksi itu kemudian benar-benar dilakukan Tg di kawasan Jalan Guntur Malati Tarogong Kidul. Awalnya dia meminta Ade untuk menghentikan laju angkot. Sebelum turun, Tg menggorok leher Ade terlebih dahulu. “Saya gorok satu kali. Kemudian saya bacok kepala dan bahu,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.