Pelaku Pengedar Narkoba Masih Tutupi Identitas Pemasok Sabu

36

MANGUNREJA – Ketiga pengedar narkoba jenis sabu RA, NA dan DC masih bungkam soal identitas pemasok barang haram tersebut. Dia hanya menjelaskan sabu didapatkannya dari wilayah Jakarta. Hal itu diungkapkan Kasat Res Narkoba Polres Tasikmalaya AKP Ngadiman SH kepada Radar, Kamis (18/7).

Kata dia, dalam tahap penyidikan dan pendalaman yang dilakukan terhadap tiga tersangka pengedar dan kurir sabu, untuk mengetahui identitas pemasok sabu dari Jakarta menemui jalan buntu. Pasalnya, para pelaku masih merahasiakan identitas pemasok sabu.

“Pelaku utama RA masih bungkam soal identitas pemasok sabu. Dia dapat barang atau sabu dari seseorang temannya asal Jakarta, yang identitasnya masih belum terungkap,” ujar Ngadiman.

Menurut dia, dalam kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Tasikmalaya yang menjadi fokus utama adalah mengamankan dan menahan pelaku utama dari hasil pengembangan anggota Sat Res Narkoba.

“Soal pendalaman dan pe­ngem­bangan sampai hari ini masih belum ada perkembangan baru. Baik kurir atau pengedar masih tiga ter­sangka tersebut. Kita belum te­mu­kan adanya kemungkinan pelaku atau jaringan lain,” katanya.

Ngadiman pun sudah me­nugaskan anggota untuk mencari informasi identitas pemasok sabu dari Jakarta yang dibawa oleh para pelaku ke Tasikmalaya. “Kita terus dalami, bagaimana modus, cara pengiriman dan barang sampai berhasil di bawa ke Tasik. Untuk saat ini, kita fokus dulu ke pemberkasan tiga pelaku untuk diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya, menambahkan.

Tambah dia, berdasarkan informasi ketiga tersangka ini, target pasar untuk narkoba jenis sabu ini adalah mahasiswa dan pelajar di wilayah Kecamatan Singaparna. “Termasuk kepada pemuda-pemuda pengangguran dan teman para pelaku,” katanya.

KBO Res Narkoba Polres Tasikmalaya IPTU Sunarto me­nambahkan, untuk berkas-berkas laporan dan bukti kepemilikan narkoba oleh ketiga pelaku pengedar dan kurir sabu RA, DC dan NA sudah hampir selesai. “Semua berkas sudah selesai. Tinggal pelimpahan ke kejaksaan,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya Tuteng Budiman MSi mengatakan, modus para pelaku pengedar dan kurir sabu oleh kedua perempuan ini memang bukan yang pertama kali. Banyak kasus narkoba yang banyak dilakukan oleh perempuan di Tasik.

“Jadi tidak ada arah eksploitasi. Karena pengedar narkoba ini semua kalangan ada. Mulai dari anak, remaja sampai orang tua juga ada, laki perempuan ada (Menjadi pelaku sekaligus pemakai, Red),” ujarnya.

Tuteng menyebut kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya ini memang sudah direncanakan oleh para pelaku. Sehingga mereka terjerumus masuk kepada sindikat narkoba.

“Yang semula coba-coba merasa enak akhirnya ketagihan, biar tidak banyak mengeluarkan biaya untuk beli narkoba, ya nyambi jadi pengedar juga, itulah yang sangat bahaya. Pelaku harus dihukum sesuai perundang- undangan yang berlaku,” katanya, menegaskan.(dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.