Pelaku Teror Perkosaan di Tasik Selalu Mengaku Uwaknya Korban

762
0

KOTA TASIK – Pelaku teror perkosaan di wilayah Ciawi Tasikmalaya, dalam aksinya terhadap empat korban selalu mengaku sebagai Uwaknya.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto menuturkan, selain siswi SD, ada 3 korban lainnya dari pelaku percobaan tindakan asusila yang kerap beraksi di Jalan Raya Ciawi.

Kata dia, yang ditemui radartasikmalaya.com usai mendampingi korban Bunga (12), Siswi SD warga Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi melapor ke Mapolres Tasikmalaya Kota, ketiga korban lainnya adalah orang dewasa, dan dihipnotis pelaku.

“Pelaku yang mengaku sebagai Uwak ini selalu beraksi di jalan raya dengan cara korbannya dipepet dengan motor, tanpa kontak fisik dan tindakan percobaannya adalah ajakan secara paksa. Sampai muncul sebuah bahasa seperti dia stres,” ujarnya.

Baca juga : Teror Perkosaan di Tasik, Korbannya Siswi SD, ASN, Guru & IRT
Baca juga : 2 Minggu Tewasnya Del Siswi SMPN 6 Kota Tasik, Begini Kata Para Tokoh

“Seperti ajakan kepada adinda Bunga ini pelaku katanya bilang ke korban bahwa Uwak teh dipiwarang ku bapak memperkosa dede. Itu ada bahasa tersebut ke korban adinda Bunga tersebut,” terangnya.

Sedangkan ke 3 korban lainnya, pelaku yang mengaku Uwak ini seperti melakukan hipnotis.

“Ada korbannya adalah seorang guru dan ibu rumah tangga. Korban ini kehilangan handphone dan dompetnya. Sedangkan seorang korbannya lagi adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN),” bebernya.

Baca juga : 2 Minggu Tewasnya Del Siswi SMPN 6 Kota Tasik, Reskrim: Kami Masih Bekerja

Dia menambahkan, untuk korban yang ASN itu pelaku tak berhasil melakukan hipnotisnya untuk mengambil handphone dan dompetnya.

“Tapi yang ada kesamaan benang merahnya dengan kasus yang dialami Bunga ini adalah mengaku sebagai Uwak dan memakai masker saat beraksi,” tambahnya.

Jadi, tegas dia, pihaknya menduga pelaku terhadap korban R yang masih anak-anak dan pelaku yang melakukan hal serupa sambil mengambil barang milik 3 korban lainnya adalah sama.

“Kami menduga pelakunya sama karena ada benang merahnya. Ada titik itu,” tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, jelas dia, langkah pihaknya kedepan adalah selain melakukan pendampingan kepada korban Bunga sambil memantau kondisi 3 korban lainnya wanita yang sudah dewasa, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi ke kecamatan-kecamatan dan sekolah-sekolah untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan.

“Jadi langkah itu kita ambil agar Tasikmalaya tetap kondusif. Semua korbannya ini diajak pelaku percobaan itu di jalan raya dan selalu siang hari serta bukan malam hari,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.