Pelaku Usaha Minta Syarat Wisata ke Pangandaran Dilonggarkan

167
0
ISTIMEWA  RAPID TEST. Petugas dan pegawai hotel dan restoran di Kabupaten Pangandaran melakukan rapid test sebagai bentuk evaluasi dibukanya wisata, Rabu (10/6).

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran melakukan evaluasi setelah dibukanya objek wisata di tengah pandemi Covid-19.

Pelaku usaha wisata dilakukan rapid test massal untuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19, Rabu (10/6).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Untung Syaeful Rachman mengatakan, sebagai bahan evaluasi pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) petugas serta pegawai hotel dan restoran melakukan kegiatan rapid test massal pada Rabu-Kamis (10-11/6) di Gedung PMI Kabupaten Pangandaran.

Baca juga : Jeje Optimis 2 Periode Pimpin Pangandaran

“Pelaksanaan rapid test dilakukan secara sampel bagi pelaku usaha pariwisata yang terkena dampak berhubungan secara langsung dengan pengunjung wisata. Sebanyak 200 orang (petugas serta pegawai hotel dan restoran, Red) di rapid test, sebagai bahan evaluasi kebijakan AKB,” katanya kepada Radar, Rabu (10/6).

Lanjut dia, tujuannya agar setelah diberlakukan AKB bisa mengetahui dampak pembukaan destinasi wisata terhadap para pelaku usaha dan masyarakat sekitar kawasan.

Loading...

“Kita ingin mengetahui dalam konteks pemberlakuan kemarin (pembukaan objek pariwisata, Red) dari dampaknya kepada pelaku usaha pariwisata,” ujarnya.

Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran Agus Mulyana menyambut baik dilakukannya rapid test terhadap para pelaku usaha wisata.

Sehingga menjadi bahan indikator kesehatan dan dapat terhindar dari Covid-19.

“Kita ambil secara sampel 40 orang pegawai hotel dan restoran yang menjalankan rapid test. Sehingga dapat menjadi indikator kebijakan pemerintah selanjutnya, seperti dibuka lagi atau ditutup sementara kembali,” katanya.

Menurut Agus, berharap hasil rapid test semuanya non reaktif sehingga Pemerintah Kabupaten Pangandaran dapat lebih melonggarkan sedikit untuk pengunjung dari persyaratan yang harus dibawanya saat berwisata.

“Semoga Pariwisata Pangandaran lebih dilonggarkan lagi ketika pelaku usaha pariwisata hasilnya non reaktif. Karena yang terpenting siap kedatangan tamu dengan menggunakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menyampaikan sejak dibukanya objek pariwisata ada yang berinteraksi dengan pengunjung wisata, yaitu pelaku usaha pariwisata.

Baca juga : Lagi, 2 Pemudik Asal Padaherang & Kalipucang Pangandaran Positif Corona

Maka bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 dari pengunjung wisata, mereka melaksanakan rapid test dan swab.

“Pengambilan sampel ini (pelaku usaha pariwisata, Red) penting sebagai bahan evaluasi pembukaan pariwisata ke depannya,” katanya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.