Pelaku Vandalisme Bunker Terancam Sanksi Rp 500 Juta

31
VANDALISME. Cagar bunker Jepang di corat-coret oleh si tangan jahil kemarin.

PANGANDARAN – Beberapa bunker peninggalan Jepang yang terletak di kawasan Cagar Alam Pangandaran menjadi korban vandalisme sejumlah orang yang tak bertanggungjawab.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran Aceng Hasim mengatakan bunker t ersebut dibuat semasa pendudukan Jepang untuk penyimpanan amunisi dan persenjataan selama masa Perang Dunia II.

”Selain itu, bunker ini berfungsi untuk memata-matai tentara Belanda yang masih menduduki negara Indonesia saat itu,” jelasnya kepada Radar, saat dihubungi Senin (15/7).

Menurutnya, cukup disayangkan jika tempat bersejarah itu harus dirusak oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab. Bunker yang menjadi sasaran vandalisme itu terletak di Blok Pasir Putih.

”Tulisanya ada di dinding dan pintu masuk bunker, mereka menggunakan pilox untuk mencurat-coret bunker tersebut,” tuturnya.

Lanjut Aceng, pelaku vandalisme bisa dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar. Kemudian pidana penjara satu tahun hingga 15 tahun. ”Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 11 tahun 2010 Pasal 15 tentang Cagar Budaya,” kata dia.

Ia mengatakan untuk menghilangkan curat-coret pada bunker tersebut dirasa sangat sulit, bahkan menggunakan bahan kimia sekalipun.

”Saya akan melaporkanya segera ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten, agar mereka mendatangkan tim ahli pemeliharaan dari Candi Borubudur untuk membersihkan bunker ini,” papar dia.

Juru Bicara Pelestari BPCB Banten Haris Yanto mengatakan vandalisme tersebut kemungkinan dilakukan oleh wisatawan. Kemungkinan mereka menggunakan perahu pesiar untuk sampai di lokasi bunker. ”Kalau lewat pintu depan pasti akan diperiksa,” jelasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.