Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.6%

7.4%

69.9%

Pelanggar PSBB di Pangandaran akan Disanksi Tegas

619
0

PANGANDARAN – Tiga hari diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kabupaten Pangandaran masih banyak pelanggaran yang ditemukan. Salah satunya operasional moda transportasi dan pengaturan penumpang motor serta mobil.

“Saya lihat kerumunan ada tapi mengurang. Tapi selama tiga hari pemberlakuan PSBB saya sering  melihat kendaraan bermotor masih  berboncengan dan di mobil tempat duduknya masih bersebelahan, padahal dalam PSBB tidak diperbolehkan, karena harus jaga jarak,”  kata Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata kepada Radar, Jumat (8/5).

Menyikapi ini, kata Jeje, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk terus memperbaiki pemberlakuan PSBB. Sehingga bisa benar-benar berhasil dalam menekan laju penyebaran virus corona.

“Pengguna moda transportasi yang masih belum mengindahkan pola PSBB akan tindak tegas dengan memberikan sanksi,” ujarnya, menjelaskan.

“Sanksinya bagi yang melanggar bisa push up, ban dikempeskan atau lainnya. Saya sedang putuskan setelah rapat virtual dengan tim gugus tugas besok (Senin  (11/5), Red) untuk sanksinya bagi para pelanggar PSBB,” ujarnya.

Baca Juga : Pangandaran Jadi Contoh Penanganan Covid-19 di Jabar

Kemudian, kata dia, untuk pasar dan toko modern sudah terlihat tertib dan sesuai jam operasional yang diberlakukan selama PSBB. Sedangkan kumpul-kumpul atau ngabuburit juga sudah dibubarkan.

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin H MM mengatakan, sesuai regulasi petunjuk teknis pelaksanaan PSBB se-Jawa Barat mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 30 Tahun 2020.

Pemerintah daerah (Pemda) harus memperhatikan pembatasan sarana ibadah, maka selama PSBB jemaah harus melaksanakan protokol kesehatan, seperti physical distancing, pakai masker dan cuci tangan pakai sabun.

“Hasil kesepakatan bersama tidak ada penutupan tempat ibadah masih tetap berjalan kegiatannya. Namun harus sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Selanjutnya, pembatasan fasilitas umum seperti pasar di Padaherang, Kalipucang, Parigi, Cijulang dan lainnya menjelang Idul Fitri kegiatan akan sangat padat. Maka masyarakat bijak menggunakan waktu operasional pukul 04.00-16.00. Sehingga tidak tumpah ruah dalam satu waktu untuk belanja kebutuhan.

“Masyarakat yang berbelanja harus menerapkan physical distancing dan pakai masker serta diatur jadwal pergi ke pasar agar tidak menimbulkan kerumunan,” ujarnya.

Menurutnya, perlu strategi khusus untuk pelaksanaan PSBB di pasar modern/mini market/swalayan waktu operasionalnya diperpendek untuk menghindari kerumunan yaitu pukul 11.00-19.00.

Sedangkan pembatasan moda transportasi yang harus disosialisasikan secara masif karena di lapangan masih ramai dan belum banyak yang memahaminya.

“Perlu sosialisasi agar masyarakat menggunakan motor tidak boleh berboncengan, kecuali masih dalam keluarga dan keluar wajib memakai masker,” katanya.

Kata dia, PSBB merupakan konsep pembatasan dan penguatan peraturan sehingga bagi yang melanggar dapat sanksi tegas. Serta baiknya diikuti dengan melakukan rapid test massal bagi pemudik yang pulang setelah PSBB. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.