Pelanggaran Netralitas Pilbup, Bawaslu Pangandaran Kembali Panggil PNS

65
0
Gaga Abdillah Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran
Gaga Abdillah Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran kembali memanggil dua pegawai negeri sipil (PNS) terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN dalam Pilkada 2020.

Kedua PNS berinisial E dan A tersebut merupakan bawahan SU, yang telah lebih dulu dipanggil beberapa hari yang lalu.

Keduanya juga diduga menunjukan simbol yang erat kaitanya dengan salah satu bakal calon. “Dipanggilnya hari Sabtu kemarin dan tadi siang (kemarin, Red), keduanya mengaku hanya ikut-ikutan saja,” ungkap Komisioner Bawaslu Pangandaran Gaga Abdillah kepada Radar, Minggu (20/9).

Menurutnya, klarifikasi tersebut menunjukkan adanya dugaan pelanggaran, sehingga mereka akan menindaklanjutinya ke Komisi Apratur Sipil Negara (KASN).

“Sebelum hari Selasa kita akan putusan tentang kajian dugaan pelanggaran ini. Nanti akan disampaikan hasilnya ke Bawaslu Provinsi (Jawa Barat), kemudian ke Bawaslu RI dan nanti ke KASN,” ucapnya.

Baca juga : Puluhan Botol Miras di Kawasan Pangandaran Disita Polisi

Kata Gaga, kaitan tentang netralitas ASN tidak ada istilah tau atau tidak tahu, yang jelas simbol tersebut sudah diketahui maknannya oleh masyarakat Pangandaran. “Ini terkait dengan konflik kepentingan dan harusnya dihindari,” jelasnya.

Menurut Gaga, para PNS di Pangandaran harusnya memberikan contoh terkait dengan kepatuhan terhadap aturan yang sudah ditetapkan.

“PNS ini kan dituntut disiplin dan patuh terhadap aturan, harusnya itu diterapkan di masa Pilkada ini,” ujarnya.
Bawaslu tetap akan mengawasi PNS di Pangandaran, terutama di media sosial. “Kita awasi terus,” tegasnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.