Pelanggaran Pemilu 2019, Tidak Terbukti

19
0

PANGANDARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran menyebutkan selama proses hingga pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, ada 10 indikasi pelanggaran yang dilakukan peserta pemilu beserta tim suksesnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan mengatakan indikasi pelanggaran pada Pemilu 2019 ada yang berbentuk temuan dan laporan. ”Dari 10 indikasi tersebut, semuanya dinyatakan tidak terbukti,” jelasnya kepada Radar, Selasa (2/7).

Menurut Iwan, semuanya sudah dibahas bersama Sentra Gakkumdu, namun tidak ada satupun yang memenuhi unsur pelanggaran dan kecurangan.

”Ya salah satu hal yang tidak membuat tidak terpenuhinya unsur kecurangan tersebut adalah mininya bukti material,” katanya.

Lanjut dia, dari 10 indikasi pelanggaran itu delapan diantaranya merupakan temuan dari Panwascam dan sisanya merupakan laporan. ”Itu dari sebelum proses pungut hitung, hingga hari H pelaksanaan pungut hitung,” jelasnya.

Iwan mengatakan indikasi pelanggaran yang ditemukan kebanyakan adalah money politics dan indikasi penyalahgunaan jabatan. “Jadi ada PNS dan pejabat tinggi yang diduga berkampanye, tapi itu tidak terbukti,” katanya.

Selain itu, ada juga temuan pelanggaran g dilakukan Pengawas Kelurahan dan Desa (PKD), yang diduga berafiliasi dengan salah satu calon. ”Sudah ada keputusanya untuk itu, dia diberhentikan dari posisinya sebagai PKD,” ujarnya.

Rencananya, Bawaslu Kabupaten Pangandaran akan melaksanakan rapat evaluasi hasil Pemilu 2019 hari ini (3/7), dihadiri oleh semua jajaran dari tingkat kecamatan dan desa. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.