Pelanggaran PSBB di 3 Kecamatan Kota Tasik Diklaim Turun, Di Wilayah Lain?

151
0
RAPAT EVALUASI. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan rapat evaluasi PSBB di Aula Bale Kota Tasikmalaya Senin (11/5). ISTIMEWA

BUNGURSARI – Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan rapat evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di aula Bale Kota, Senin (11/5). Pelanggaran masker dan operasional usaha perdagangan dinilai paling menonjol.

Rapat tertutup tersebut dipimpin oleh Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman. Hadir pada kesempatan itu para pimpinan OPD yang terlibat dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca juga : Dinas Sosial Kota Tasik Temukan Ketidakcocokan Data Penerima Bansos

H Budi menyebutkan, berdasarkan hasil rapat evaluasi tersebut diketahui sebagian masyarakat masih melanggar aturan PSBB. Terutama yang paling menonjol adalah pelanggaran imbauan penggunaan masker.

“Masih banyak masyarakat yang beraktivitas di luar tanpa menggunakan masker,” ungkapnya kepada Radar usai rapat.

Selain itu, operasional usaha pelanggaran usaha perdagangan pun masih banyak ditemukan.

Ada yang pedagang non sembako yang tetap buka, ada juga pedagang sembako yang beroperasi melebihi batas yang ditentukan.

“Di bidang usaha-usaha juga kita akui masih banyak pelanggaran,” ujar Budi yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini.

Sejauh ini pihaknya masih mem­berikan toleransi mengingat sosiali­sasi belum sampai kepada masyarakat secara menyeluruh, sehingga masih ada warga atau pelaku usaha yang belum mengetahuinya.

Fase sosialisasi, menurutnya, sudah cukup dan ke depannya sudah diperlukan penindakan tegas kepada para pelanggar.

Sebagaimana komitmen pemkot sebelumnya, perizinan usaha bagi pengusaha yang bandel bisa dibekukan. “Tapi tren pelanggaran itu Alhamdulillah dari hari ke hari menurun,” kata orang nomor satu di Pemkot Tasikmalaya ini.

Pihaknya berharap penindakan yang lebih tegas ini tidak dilakukan. Dengan catatan, masyarakat khususnya para pelaku usaha bisa mematuhi aturan PSBB dan memahami maksud dan tujuannya.

“Hanya 14 hari kan, kami harap semuanya bisa sabar dan menahan diri dulu,” tuturnya.

Disinggung soal kemungkinan perpanjangan PSBB, pemkot masih akan memantau perkembangan situasi. Karena di sisi lain tren kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah mulai terkendali. “Alhamdulillah sekarang tidak ada penambahan kasus lagi,” katanya.

Adapun soal kekhawatiran efek dari mulai beroperasinya angkutan bus antar daerah, karena hal itu bisa mendatangkan warga yang terjangkit Covid-19 dari zona merah ke Kota Tasikmalaya, tak dibantahnya.

Baca juga : Ada Warga Mampu di Kota Tasik Dapat Bansos

“Ini memang menjadi kekhawatiran kita. Jangan sampai kasus kembali bertambah apalagi terjadi transmisi lokal,” tuturnya.

Solusinya, menurut H Budi, kesadaran warga yang harus dibangun lebih baik lagi. Sehingga orang yang pulang merantau bisa tetap termonitor. “Dan mau tidak mau orang tersebut harus melakukan karantina mandiri, sebagai antisipasi,” ujarnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.