Pelipat Suara di Kabupaten Tasik Ditertibkan, Ini Sebabnya..

57
0
MENYORTIR. Para petugas sortir dan pelipatan surat suara di Gedung Islamic Center, Rabu (18/11). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

Proses pelipatan dan penyortiran surat suara yang dilaksanakan KPU di Aula Gedung Islamic Center (IC), Singaparna ditertibkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (18/11).

Sebab pada saat petugas melakukan sortir dan pelipatan surat suara, jumlah petugas yang hadir terlalu banyak dan jaraknya cukup berdekatan. Sehingga posisinya harus berjauhan dan ditertibkan sesuai protokol kesehatan Covid-19 oleh anggota kepolisian dari Polres Tasikmalaya.

Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Agus Syafrudin menjelaskan saat memantau pelaksanaan pelipatan dan sortir surat suara yang dilaksanakan KPU dia mendapat informasi petugas berkerumun dan sempat tidak menjaga jarak.

“Setelah kami cek, kami sempat terkejut dengan banyaknya orang di dalam ruangan yang sedang menyortir dan melipat surat suara, maka kami tertibkan dan diberikan jarak,” ungkap Agus, kepada wartawan di Gedung Islamic Center, kemarin.

Sebab, kata dia, petugas pelipatan dan sortir suara jumlahnya banyak, sehingga sebagian dikeluarkan dan dibagi shift atau bergiliran agar tidak berkerumun.

Baca juga : Pemkab Tasik Targetkan PAD Uji KIR Rp1,05 M, Dishub Optimis

“Kita keluarkan sebagian petugas pelipatan dan sortir surat suara, sambil duduknya mengatur jarak lebih dari satu meter. Apalagi jumlahnya cukup banyak, dari setiap kecamatan ada 20 orang, kalau 39 kecamatan ada 780, maka kami beri jarak,” tambah dia.

Loading...

Hingga akhirnya, tambah dia, Tim Gugus Tugas Covid-19 meminta per kecamatan lima orang petugas pelipatan dan sortir surat suara. Supaya tetap bisa menjalankan sesuai protokol kesehatan.

Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya, Zamzam Zamaludin SP mengungkapkan KPU sudah memperhitungkan kapasitas ruangan Islamic Center yang mempunyai kapasitas untuk 4.000 orang. Sebab yang ditugaskan ada 390 orang dari 39 kecamatan.

“KPU juga memantau dan menertibkan para petugas sortir lipat surat suara, agar mematuhi protokol kesehatan. Maka petugas diberikan jarak, dan tidak berkerumun,” kata dia.

Menurut dia, KPU menargetkan sebanyak 1,3 juta lebih surat suara selesai selama tiga hari sampai Jumat (20/11). “Karena sudah sesuai jadwal yang direncanakan, sebab waktu pemungutan suara tinggal sebentar lagi,” jelas dia.

Koordinator Divisi (Koordiv) Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Azis Firdaus menjelaskan Bawaslu merekomendasikan 10 orang petugas pelipatan surat suara per kecamatan.

“Sudah disepakati pada rapat bersama dengan KPU dan aparat keamanan. Namun kenyataannya jumlahnya malah melebihi yang sudah disepakati,” papar dia.

Jadi, terang dia, jumlah petugas pelipatan dan sortir seharusnya 390 orang, karena per kecamatan 10 orang. Agar sesuai protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. (dik)

DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

MENYORTIR. Para petugas sortir dan pelipatan surat suara di Gedung Islamic Center, Rabu (18/11).

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.