Masyarakat Diminta Manfaatkan Program KUR

Peluang Usaha Peternakan Menggiurkan

123
PENYALURAN KUR. Pemerintah melakukan penyaluran kredit usaha rakyat untuk membantu peternak di Kabupaten Garut Sabtu (9/2).yana taryana / rakyat garut

GARUT KOTA – Peluang usaha di bidang peternakan kini terbuka dan menggiurkan. Hal itu karena besarnya permintaan belum sebanding dengan pasokan barang dari dalam atau peternak lokal Jawa Barat.

“Peluang bisnisnya sangat potensial karena untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di Jawa Barat masih impor dari provinsi lain,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada wartawan usai menghadiri penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) peternakan rakyat di Kantor Cabang BRI Garut, Jalan Bank, Garut Kota, Sabtu (9/2).

Dia mencontohkan kebutuhan daging sapi masyarakat Jawa Barat tiap tahun sekitar 130 ribu ton. Namun pasokan dari peternak lokal baru bisa menghasilkan 46 ribu ton.

Kemudian, kebutuhan telur ayam setiap tahun mencapai 500 ribu ton. Namun pasokan peternak lokal baru sampai 172 ribu ton,sehingga ada space peluang besar hingga 320 ribu ton. “Peluangnya masih besar. Itu baru dari sapi dan telur saja. Belum ayam, bebek dan lainnya. Makanya sebarkan ke anak-anak milenial untuk beternak secara optimal,” katanya.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat, khusus Garut untuk menggeluti secara serius bisnis di sektor peternakan. “Kalau serius, kami siap menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan akses permodalan,” terangnya.

Emil -panggilan akrab Ridwan Kamil- menerangkan akses permodalan yang saat ini sudah difasilitasi pemerintah yakni pemberian program Kredit Usaha Rakyat (KUR) peternakan di bank milik pemerintah yaitu BRI, BNI, Mandiri dan BJB. “Permodalan dalam bentuk KUR ini, bunganya hanya 7 persen,” ujar dia.

Menurut dia, bantuan permodalan dalam bentuk KUR untuk sektor peternakan akan terus meningkat hingga dua kali lipat tahun depan. “Saat ini baru Rp 400-an miliar. Targetnya bisa mencapai Rp 800 miliar hingga tahun depan,” paparnya.

Emil menambahkan fasilitas bantuan pertenakan diberikan karena pihaknya menargetkan lima tahun ke depan Jawa Barat bisa swasembada protein hewani secara mandiri atau tidak impor dari provinsi lain. “Saya punya cita-cita kebutuhan pangan 50 juta warga Jabar harus bisa disuplai oleh diri sendiri. Dalam lima tahun Insyaallah kita akan swasembada peternakan,” harapnya.

Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Joko Waluyo mengatakan program KUR peternakan terbukti membantu peternak dalam mengakses pembiayaan. Tahun 2018 lalu pemerintah menyiapkan plafon KUR sebesar Rp 14,4 triliun dengan jumlah debitur 687 ribu orang. “Secara nasional khusus KUR peternakan mencapai Rp 14,4 triliun dengan jumlah debitur 687 ribu,” kata Joko.

Khusus untuk Jabar, kata dia, KUR umum yang sudah tersalurkan sebesar Rp 42,2 triliun dengan debitur 1,9 juta orang. Sedangkan KUR khusus peternakan mencapai Rp 437 miliar dari jumlah debitur 17.525 orang. “Potensi peternakan di Jabar itu besar jadi peternak maupun UKM harus bisa lebih mengakses KUR ini,” ujarnya.

Dalam perkembangannya, program KUR telah mengalami beberapa perubahan, baik regulasi maupun skema. Salah satunya adalah penurunan tingkat suku bunga. Joko mengungkapkan awalnya tahun 2015 suku bunga KUR di angka 12 persen. Kemudian 2017 bunga yang dikenakan 9 persen dan tahun 2018 sampai saat ini turun lagi menjadi 7 persen. “Pemerintah juga menetapkan perubahan skema yang lebih memprioritaskan pada sektor produksi salah satunya peternakan,” ungkapnya.

Tercatat, dari tahun 2015 sampai 2018 plafon KUR yang sudah tersalurkan kepada 13,8 juta debitur sebesar Rp 333 triliun. Penurunan suku bunga menjadi 7 persen menjadi faktor bertambahnya angka tersebut.

“Penurunan suku bunga merupakan komitmen pemerintah dalam membayar subsidi bunga. Subsidi bunga yang dibayarkan pemerintah pada tahun 2015 baru Rp 39 miliar, tahun 2016 Rp 3,7 triliun dan tahun 2018 sudah mencapai Rp 11,6 triliun,” paparnya. (yna/rls)

Peluang Usaha Peternakan Menggiurkan

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.